Hujan Deras Jelang Imlek, Banjir Melanda Sejumlah Daerah di Jateng

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Sejumlah daerah di Jawa Tengah dilanda banjir setelah hujan deras turun jelang pergantian Tahun Baru Imlek pada Senin (16/2/2026) dini hari. Banjir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga jalan raya dan rel kereta hingga membuat perjalanan kereta api api terganggu.

Di Kota Semarang, hujan deras terjadi sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin dini hari. Kondisi itu membuat tanggul Sungai Pengkol yang merupakan anak Sungai Babon di Kecamatan Tembalang jebol. Akhirnya air sungai meluap dan menggenangi permukiman.

Dalam peristiwa itu, empat perumahan tergenang, yakni Perumahan Argo Rresidence, Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, dan Dinar Indah. Selain itu, permukiman warga di Kelurahan Rowosari juga tergenang.

Baca JugaBanjir di Jateng Tak Kunjung Surut, Warga Desak Pemerintah Perbaiki Tanggul

Akibat kejadian itu, ratusan rumah yang dihuni sebanyak 1.040 jiwa dari 399 keluarga teredam. Sebanyak 18 jiwa dari perumahan Grand Permata Tembalang yang terdiri dari 12 dewasa dan enam balita diungsikan sementara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengupayakan monitoring wilayah terdampak, membantu proses pembersihan pasca-banjir, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk air bersih. ”Selain itu, BPBD Kota Semarang terus berkoordinasi dengan BPBD Jateng Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi banjir susulan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto.

Banjir akibat tanggul sungai yang jebol juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Demak. Jebolnya tanggul sungai itu terjadi di Sungai Cabean, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga dan Jalan Desa Tlogoweru.

Ratusan rumah yang dihuni 725 keluarga di dua dukuh di Desa Tlogoweru tergenang banjir. Selain itu, tiga unit sekolah, dua unit masjid, satu unit kantor desa, tiga makam dan satu punden juga terdampak. Lahan pertanian seluas 250 hektar juga tak luput dari genangan banjir.

Di Kabupaten Tegal, banjir juga terjadi pada Senin dini hari. Banjir melanda setelah Sungai Cacaban di wilayah Kecamatan Kramat dan Suradadi meluap usai diguyur hujan deras sejak Minggu malam. Permukiman warga di tiga desa di Kecamatan Kramat dan Suradadi terendam banjir hingga Senin pagi.

"Di Desa Plumbungan, Kecamatan Kramat, sebanyak 1.159 jiwa terdampak, satu unit rumah roboh dan satu orang luka ringan. Lalu, di Desa Kemuning, Kecamatan Kramat, sebanyak 3.755 jiwa. Sementara itu, di Desa Sidaharja, Kec Suradadi banjir merendam 896 unit yang ditinggali 4.702 jiwa," ucap Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jateng, Armin Nugroho.

Tak hanya itu, banjir melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan pada Senin dini hari. Banjir di wilayah itu terjadi usai jebolnya empat titik tanggul sungai, yaitu satu titik di Sungai Cabean di Tegowanu dan tiga titik di Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung di Kecamatan Karangrayung.

Hingga Senin siang, delapan desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Purwodadi, Toroh, dan Tegowanu. Ketinggian air beragam, mulai dari 20 sentimeter hingga 100 cm. Sejumlah pompa air dikirimkan ke lokasi-lokasi yang masih terendam untuk mengurangi ketinggian air. Warga juga mulai kerja bakti memperbaiki tanggul jebol dan meninggikan tanggul sungai.

Banjir yang terjadi di Grobogan juga melanda rel kereta api di Jembatan 46 Kilometer (km) 21+9/0 pada petak jalan antara Stasiun Tegowanu - Stasiun Brumbung dan Jembatan 59 km 27+9/0 antara Stasiun Gubug - Stasiun Tegowanu. Untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api, pada pukul 04.35 WIB, jalur tersebut ditutup sementara karena genangan air telah menutupi rel.

Baca JugaBanjir Jateng Meluas, Ribuan Orang Mengungsi dan Sejumlah Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

Akibat penutupan jalur itu, PT Kereta Api Daerah Operasi 4 Semarang sempat melakukan perubahan pola operasi perjalanan kereta api. Sejumlah kereta api, seperti Kereta Api Gumarang relasi Jakarta - Surabaya, Kereta Api Jayabaya relasi Jakarta - Malang, Kereta Api Harina relasi Bandung-Surabaya dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya - Jakarta harus memutar melalui Stasiun Brumbung - Gundih - Gambringan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, pada Senin petang, genangan di rel kereta berangsur surut. Usai dicek oleh tim prasarana KAI Daop 4 Semarang, pada sekitar pukul 16.11 WIB, kereta api sudah bisa melintas meski dengan kecepatan terbatas yakni 20 km/jam.

Tim prasarana KAI Daop 4 Semarang menangani intensif di lokasi dengan memantau debit air, serta memeriksa kondisi rel, bantalan, dan konstruksi jembatan guna memastikan keamanan jalur. ”Kami juga telah mengerahkan material seperti batu ballast kricak, pasir, bantalan rel, dan besi. Material ini digunakan oleh petugas untuk memperbaiki jalur dan mengatasi luapan air di lokasi tergenang," ujar Luqman.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Pastikan Ramadhan dan Idul Fitri di Jakarta Bakal Meriah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kebakaran Landa Pabrik Kimia di India, 7 Orang Tewas
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tinggal 3 Hari, Surat Utang ORI029 Masih Tersisa Rp13,34 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
The Grove Suites by Grand Aston Hadirkan "Ramadan Heritage Glow–Glow in the Spirit of Nusantara
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
• 23 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.