Kepala Daerah hingga Kades Diminta Proaktif Pantau Perubahan Desil Warga

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meminta kepada para kepala daerah hingga kepala desa untuk proaktif dalam mendeteksi desil atau tingkat kesejahteraan warganya.

Cak Imin, sapaan akrabnya, mengingatkan bahwa data desil masyarakat jangan sampai salah, supaya bisa menerima bantuan, baik berupa BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) ataupun bantuan sosial

"Masyarakat bisa melakukan pembaruan desil-nya melalui fitur Cek Bansos, di dalamnya ada fitur pemutakhiran desil. Ini penting untuk kepala desa, untuk kepala daerah, supaya betul-betul proaktif mendeteksi warganya, agar desil yang terus berubah dan dinamis ini menjadi amanat penting agar tidak terjadi kesalahan," ujar Cak Imin dalam jumpa pers di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Cak Imin soal Penonaktifan PBI JK: Ekonominya Sudah Meningkat

"Sekali lagi ya, kepala desa, lurah, kepala daerah pada umumnya, diminta proaktif dalam Cek Bansos pemutakhiran desil. Ini penting supaya semuanya tertangani," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, masyarakat juga bisa melakukan sanggahan jika keluar dari daftar penerima bantuan.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengajak semua masyarakat untuk berpartisipasi dalam menghadirkan data yang akurat untuk pemerintah.

"Datanya akurat, bansos kita tepat sasaran. Kalau data kita tidak akurat, bansos kita akan salah sasaran. Intinya itu," ucap dia.

Baca juga: Data Peserta BPJS PBI Diperbarui Tiap Bulan, Warga Bisa Menyanggah

Ia menyebutkan, jika ada masyarakat yang merasa dirinya sudah tidak layak lagi menerima bansos, pemerintah akan menghargai mereka.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gus Ipul memastikan, pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat kalangan bawah untuk menyampaikan keberatan.

"Maka itu mekanismenya dibuat, ada yang bisa langsung. Jadi untuk data bisa setiap hari pemutakhiran itu. Tapi hasilnya ada yang sebulan sekali untuk PBI, tiga bulan sekali untuk bansos reguler," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubai Championships: Janice Tjen Sikat Leylah Fernandez & Lolos 16 Besar
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Biar Nggak Salah: Panduan Warna Baju Imlek, Mana Boleh, Mana Jangan!
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tradisi Bersih Arca Warnai Perayaan Imlek di Manado | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Ramadan Yamaha Beri Diskon dan Komponen Melalui Servis Hemat 2
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Menhaj jamin konsumsi haji RI berkualitas dan bercita rasa Nusantara
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.