Reaksi Dedi Mulyadi Setelah Lembaga Indikator Sebut Tingkat Kepuasan Gubernur Jabar Capai 95,5%

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita
Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menanggapi hasil survei terbaru yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinannya mencapai 95,5%. Ia menilai angka tersebut bukan cerminan keberhasilan kinerja, melainkan bentuk dukungan dan kedekatan emosional warga Jawa Barat selama hampir satu tahun masa jabatannya.

Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada periode 30 Januari–8 Februari 2026 menunjukkan, sebanyak 35,8% responden menyatakan sangat puas dan 59,7% cukup puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi. Sementara itu, 4,1% responden menyatakan kurang puas dan 1,3% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Mei 2025, proporsi responden yang menyatakan sangat puas justru menurun dari 41,1% menjadi 35,8%. Sebaliknya, kategori cukup puas meningkat dari 53,6% menjadi 59,7%.

Menanggapi hasil tersebut, Dedi Mulyadi menyebut tingkat kepuasan tinggi itu lebih mencerminkan kesetiaan warga dalam mengawal kepemimpinannya, bukan indikator keberhasilan program pembangunan.

“(Cerminan) yang setia memberikan dukungan terhadap kegiatan pembangunan yang hampir berjalan satu tahun. Dan saya merasa bahwa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Saya merasa belum berbuat apa-apa,” kata Dedi, Senin (16/2/2026).

Ia menegaskan, angka 95,5% tersebut lebih menunjukkan kecintaan masyarakat Jawa Barat secara personal, bukan capaian kinerja pemerintahan. “95,5% itu mengangkat kecintaan warga Jabar pada saya, bukan angka keberhasilan. Saya merasa belum berhasil dalam satu tahun ini,” ujarnya.

Founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dedi Mulyadi. Menurut dia, dari berbagai survei yang pernah dilakukan, jarang ada kepala daerah yang memperoleh tingkat kepuasan di atas 90%.

“Tingkat kepuasan yang terlalu tinggi mempertahankan saja sudah cukup bagus ya, karena di banyak tempat tentu tidak mudah mendapatkan approval rating setinggi ini. Kita banyak pengalaman kepala daerah yang approval-nya di bawah 50%. Ini di atas 95%, jadi sangat tinggi. Tidak ada yang mengatakan tidak puas sama sekali, tapi ada yang kurang puas sekitar 4%,” tuturnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Membaur dengan Warga Saat Hadiri Kirab Budaya di Tegal
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Tak Ingin Rayakan Ramadan dengan Denada, Ressa Rossano Pilih Ibu Angkat: Tetap Sama Mama Ratih
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Dugaan Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng masih Terus Diselidiki
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sebanyak 90% Pekerja Tanggung Beban Ganda, Kesiapan Pensiun Kian Tertekan
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.