Spanduk Liar Masih Menjamur di Jakarta, Dari Taman hingga JPO

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di wilayah Jakarta menunjukkan masih banyak spanduk dan banner terpasang di ruang publik, mulai dari tepi jalan, pagar pembatas, hingga fasilitas penyeberangan orang.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan ruang kota sebagai media informasi nonresmi masih terus berlangsung meski berbagai aturan penataan telah diberlakukan pemerintah daerah.

Hasil pengamatan Kompas.com pada Jumat (13/2/2026), sejumlah spanduk terlihat dipasang menggunakan tali pada tiang listrik, pagar jembatan, maupun area taman kota, sehingga menyatu dengan elemen infrastruktur yang seharusnya steril dari media promosi.

Baca juga: Viral Satpol PP Bekasi Bongkar Spanduk di Lahan Pribadi, Dinilai Arogan oleh Warga

Pada beberapa titik, pemasangan dilakukan tanpa mempertimbangkan kerapian visual maupun keamanan lingkungan sekitar.

Di sejumlah jalan lingkungan, spanduk ucapan maupun informasi kegiatan masyarakat dipasang cukup rendah hingga menutup sebagian area pandang.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu estetika ruang kota sekaligus mengurangi kenyamanan pengguna jalan, terutama pejalan kaki serta pengendara yang melintas di persimpangan sempit.

Selain itu, terdapat pula spanduk yang mulai kusam dan tidak terawat, menandakan pemasangan telah berlangsung cukup lama tanpa penertiban.

Keberadaan media promosi yang dibiarkan memudar di ruang terbuka memperkuat kesan semrawut serta kurangnya pengawasan berkelanjutan terhadap fasilitas publik.

Pada fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), banner promosi kuliner dan kegiatan komunitas tampak dipasang memanjang di pagar besi jembatan.

Baca juga: Disebut Arogan Saat Tertibkan Spanduk, Ini Penjelasan Satpol PP Bekasi

Beberapa bagian bahkan terlihat terlepas dan menjuntai ke bawah sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan di bawahnya.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Spanduk di pembatas Jalan Menteng Atas. Jumat (13/2/2026).

Pemasangan pada struktur jembatan juga menutupi sebagian tampilan konstruksi serta mengurangi fungsi visual rambu dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, di sudut taman dan dekat kawasan permukiman, spanduk kegiatan maupun atribut organisasi dipasang pada area penghijauan dan pagar pembatas.

Penempatan tersebut memperlihatkan ruang publik masih kerap dimanfaatkan sebagai media informasi nonresmi tanpa pengaturan yang seragam.

Temuan ini menunjukkan perlunya pengawasan serta penataan lebih konsisten agar fungsi ruang publik tetap terjaga dari sisi keselamatan, kerapian, dan kenyamanan warga.

Ruang Publik Harus Tetap Bersih dari Spanduk

Seorang warga Jakarta Pusat, Abiyyu (34), menilai maraknya pemasangan spanduk di ruang publik menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap fungsi fasilitas umum.

Ia mengatakan ruang seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), pagar pembatas jalan, maupun taman kota seharusnya dijaga tetap bersih karena digunakan bersama oleh seluruh warga.

“Kalau spanduk dipasang di depan toko sih masih wajar karena memang bagian dari tempat usaha mereka. Tapi kalau dipasang di JPO atau pembatas jalan, kan itu ruang publik yang harusnya bersih dan rapi,” kata Abiyyu saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Flyover Jakarta Bukan untuk Atribut Partai Politik

Menurut dia, keberadaan spanduk di fasilitas umum tidak hanya merusak tampilan kota, tetapi juga menimbulkan kesan semrawut yang bertolak belakang dengan upaya penataan ruang yang selama ini dilakukan pemerintah.

Ia mengaku cukup sering melihat spanduk yang dipasang bertumpuk dalam satu titik hingga menutupi elemen infrastruktur.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kadang satu tiang bisa dipasang beberapa spanduk sekaligus. Jadinya penuh sekali dan kelihatan tidak teratur,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Surabaya Harus Terima Kekalahan, dan Fokus 3 Poin Lawan Persijap
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Ada Cahaya Hati Cahaya Indonesia iNews, Masjid Al-Azhom Tangerang Dipadati Jemaah
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Hujan Tak Surutkan Wisatawan Kunjungi Malioboro di Libur Panjang Imlek
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenperin Dorong Industri Perhiasan Nasional Masuk Ekosistem Bank Bullion
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelantikan IPHI Sulsel, Rahman Pina: Haji adalah Figur Teladan di Lingkungannya
• 5 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.