TANGERANG, KOMPAS.com — Jalan Raya Pasar Kemis di Kabupaten Tangerang seperti menyimpan duka yang tak kunjung selesai.
Di depan kawasan industri, lubang-lubang menganga, air cokelat menggenang, dan kerikil pecahan aspal berserakan, memaksa setiap pengendara menahan napas saat melintas.
Dalam sunyi yang berulang itu, kecelakaan demi kecelakaan terjadi. Sepanjang Februari 2026, empat pengendara sepeda motor kehilangan nyawa di ruas Jalan Raya Pasar Kemis.
Empat nyawa dalam satu bulan
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang Ipda Purbawa menyebut kecelakaan maut tersebut terjadi berdekatan dengan titik jalan rusak.
Baca juga: 4 Pemotor Tewas Akibat Jalan Rusak, Bupati Tangerang: Nanti Diperbaiki Semua
"Yang ramai di masyarakat itu memang karena jalan rusak, memang kejadian yang terjadi dekat jalan rusak. Ada pun juga di situ ada faktor human eror," ujar Purbawa.
Korban pertama adalah perempuan berinisial M (42) yang tewas setelah kecelakaan dengan dump truck.
Peristiwa serupa juga dialami oleh seorang berinisial SM (21) yang meninggal dalam insiden serupa pada 7 Februari.
Pada 11 Februari, ML (19) tewas usai sepeda motor bertabrakan dengan truk trailer.
Dua hari kemudian, siswi berinisial CRA (18) juga meninggal setelah terlibat kecelakaan dengan mixer truck.
Polisi masih menelusuri kemungkinan kelalaian penyelenggara jalan.
“Kalau memang terkait jalan yang rusak, kita akan lakukan penyelidikan lagi mengenai adanya beberapa kejadian tersebut,” kata Purbawa.
Baca juga: 4 Pemotor Tewas Akibat Jalan Rusak, Bupati Tangerang: Nanti Diperbaiki Semua
Ia juga menyebut koordinasi dilakukan untuk memastikan kewenangan pengelolaan jalan tersebut.
“Saya coba koordinasikan dulu terkait kewenangan daripada jalan karena ada yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, provinsi, atau nasional,” jelas dia.
Ancaman hukum di balik jalan rusak
Di balik lubang yang tampak biasa, hukum sebenarnya menunggu untuk ditegakkan.