TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kondisi Jalan Raya Ciater, Rawa Mekar, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang sempat diselimuti abu semen, Senin (16/2/2026) sore, kini telah kembali normal.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, tidak lagi terlihat kepulan abu semen yang beterbangan di ruas jalan tersebut.
Permukaan jalan yang sebelumnya tampak tertutup debu kini sudah bersih, apalagi kondisi sempat turun hujan di kawasan itu.
Baca juga: Kabut Abu Semen Selimuti Jalan Ciater Tangsel, Ternyata dari Pipa Pabrik Bocor
Aktivitas lalu lintas juga terpantau lancar di sekitar lokasi tersebut.
Kendaraan roda dua maupun roda empat melintas seperti biasa tanpa hambatan.
Tidak terlihat adanya penutupan jalan maupun pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut.
Sementara itu, pabrik yang diduga menjadi sumber debu juga terlihat beroperasi normal.
Sejumlah pegawai dan truk molen juga tampak keluar masuk kawasan pabrik tanpa kerumunan warga di sekitar lokasi.
Dugaan penyebab kebocoran pipaKapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, dugaan sementara peristiwa tersebut dipicu kebocoran pipa pabrik semen saat proses produksi.
“Jadi infonya pipa yang di dalam tiba-tiba bocor pas produksi, semennya itu semen yang buat cor,” ujar Suhardono saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Namun, ia belum bisa memastikan penyebab utama dari peristiwa tersebut, termasuk korban.
"Kita masih melakukan proses penyelidikan. Reskrim juga masih di lokasi," kata dia.
Baca juga: Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,37 Miliar Sudah 2 Kali Beraksi di JICC
Suhardono juga menyampaikan bahwa kondisi debu sudah tidak lagi terlihat karena hujan yang turun membantu meredakan sebaran partikel di udara.
“Sudah enggak, untungnya tadi hujan jadi debu-debunya sudah tidak ada,” kata dia.
Sementara itu, seorang warga bernama Hartini (37) mengatakan, debu tidak terlalu terasa hingga ke depan rumahnya.
“Kalau yang di depan pabrik semen ini sih enggak ya, cuma paling yang di belakang pabrik itu. Mungkin anginnya bawa debunya ke arah sana,” kata warga Serpong, Hartini (37) saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Baca juga: Curi Kain Batik Tulis Rp 1,37 Miliar di JICC, Pelaku Berniat Menjualnya Lagi
Ia menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan tidak terdengar adanya suara ledakan.
“Enggak ada sih (suara ledakan),” kata dia
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




