BEKASI, KOMPAS.com — Aroma dupa perlahan menguar di ruang utama Kelenteng Hok Lay Kiong, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (16/2/2026).
Di tengah umat yang datang beribadah, Benny Gunawan (65) berdiri tenang menyambut para pengunjung.
Tak banyak yang tahu, pria yang telah dua dekade tinggal di Bekasi itu memiliki nama lain, yakni Bong Chun Nam.
Nama tersebut diberikan orangtuanya sejak ia lahir pada 1961 di Singkawang, Kalimantan Barat.
“Nama Tionghoa saya diberikan oleh orangtua saya sejak lahir. Saya ini sudah termasuk generasi yang ketiga. Di keluarga memang panggilannya pakai nama Tionghoa,” ujar Benny saat ditemui Kompas.com di sela kegiatannya di kelenteng, Senin.
Baca juga: Kisah Lie Min Lan Tetap Pertahankan Nama Tionghoa di Tengah Tekanan Orde Baru
Di lingkungan keluarga, ia tetaplah Bong Chun Nam. Namun di dokumen resmi negara, namanya tercatat sebagai Benny Gunawan.
Benny masih mengingat perubahan besar yang terjadi pada pertengahan 1960-an.
Saat itu, Indonesia mengalami gejolak politik yang berdampak luas terhadap kehidupan warga keturunan Tionghoa.
Pada masa Orde Baru sekitar tahun 1966 sampai dengan 1998, kebijakan asimilasi diberlakukan secara ketat.
Melalui berbagai aturan, termasuk Keputusan Presiden Nomor 240 Tahun 1967, ekspresi budaya Tionghoa dibatasi, dan banyak warga Tionghoa didorong bahkan diwajibkan secara administratif untuk mengganti nama menjadi nama Indonesia.
“Pada tahun itu situasi politiknya sedikit bergejolak. Jadi ada larangan penggunaan nama Tionghoa. Sejak itu dokumen kami semua sudah diganti ke nama Indonesia. Secara tertulis sudah enggak ada nama Tionghoa, sekarang cuma secara lisan saja,” tutur Benny.
Ia mengaku, pergantian nama bukanlah pilihan pribadi, melainkan tuntutan administratif.
“Waktu mengurus semua dokumen pasti ditanya dulu, mana surat ganti namanya? Kalau enggak diganti nama biasanya enggak bisa jadi surat administrasi itu,” ujarnya.
Menurut Benny, bagi warga yang tidak mengurus dokumen resmi, dampaknya mungkin tidak langsung terasa.