Prabowo ke AS, Siap Finalisasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal dengan Trump

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani dokumen final Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada Februari 2026.

Penandatanganan kesepakatan dagang timbal balik tersebut direncanakan berlangsung di sela agenda internasional yang dihadiri kedua kepala negara, termasuk forum Board of Peace atau Dewan Perdamaian pada 19 Februari 2026.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa dokumen ART saat ini telah memasuki tahap finalisasi.

“Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART),” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme perdagangan timbal balik yang disepakati kedua negara.

Sebagai imbalannya, pemerintah Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas sejumlah produk Indonesia dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Tak hanya itu, AS juga memberikan pengecualian tarif untuk beberapa komoditas unggulan Indonesia, terutama yang tidak dapat diproduksi secara domestik di Amerika. Produk tersebut mencakup minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.

Bagi Indonesia, kebijakan ini dinilai strategis karena tiga komoditas tersebut merupakan penyumbang signifikan devisa negara serta menopang jutaan petani dan pelaku usaha di sektor perkebunan.

Kesepakatan substansi ART merupakan hasil dari serangkaian negosiasi yang berlangsung intensif antara kedua negara. Salah satu pertemuan penting dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada 22 Desember 2025 di Washington D.C.

Pertemuan tersebut membahas harmonisasi kepentingan dagang, termasuk isu tarif, hambatan non-tarif, serta kerja sama investasi.

Setelah substansi disepakati, dokumen masuk tahap harmonisasi bahasa hukum (legal drafting) guna memastikan tidak ada celah interpretasi yang dapat merugikan salah satu pihak.

Mengutip keterangan resmi dari Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Prabowo dan rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada 16 Februari 2026.

Sehari sebelum keberangkatan, Presiden menggelar rapat persiapan di Hambalang bersama sejumlah menteri kunci, antara lain Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga posisi tawar Indonesia agar tetap kuat dan terukur dalam setiap perundingan internasional.

“Pemerintah harus memastikan setiap kesepakatan memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan nasional,” demikian arahan yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Penandatanganan ART antara Prabowo dan Donald Trump juga memiliki makna geopolitik. Di tengah dinamika perdagangan global dan persaingan ekonomi antarnegara besar, Indonesia berupaya menjaga keseimbangan hubungan dagang dengan berbagai mitra strategis.

Amerika Serikat merupakan pasar utama bagi sejumlah produk ekspor Indonesia, sementara Indonesia menjadi mitra penting di kawasan Asia Tenggara.

Kesepakatan perdagangan timbal balik ini dipandang sebagai langkah konkret memperkuat hubungan bilateral yang lebih setara dan saling menguntungkan.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses negosiasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Setiap komitmen tarif dan pembukaan akses pasar telah melalui kajian mendalam lintas kementerian.

Presiden Prabowo disebut menekankan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjanjian internasional.

Dengan rencana penandatanganan ART dalam waktu dekat, publik kini menanti implementasi konkret dari kesepakatan tersebut. Keberhasilan perjanjian ini pada akhirnya akan diuji dari dampaknya terhadap peningkatan ekspor, pertumbuhan investasi, serta penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Jika terealisasi sesuai rencana, Agreement on Reciprocal Trade dapat menjadi tonggak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat di era pemerintahan baru kedua negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Terguling Timpa Mobil Ditumpangi Sekeluarga di Karawang, 3 Orang Tewas 3 Luka
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Ustazah Bahijah Hamid: Ramadan Waktu Mustajab Doakan Indonesia Lebih Baik
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
7 Penyebab HP Lemot Padahal Baru Setahun dan Cara Mengatasinya
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jalur Tergenang, Sejumlah KA di Daop 8 Surabaya Sempat Dialihkan dan Terlambat
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Jelang Imlek 2026, Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun Rp14 Ribu
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.