Menyambut bulan suci Ramadan, masyarakat Kota Surabaya punya tradisi 'Megengan'. Megangan, adalah sebuah tradisi yang dilestarikan turun temurun dan meliputi doa bersama, tahlil mengirim doa untuk leluhur atau saudara yang sudah meninggal serta berbagi makanan.
Tradisi Megengan ini dijalankan oleh warga Gunung Anyar, Kota Surabaya, di Masjid Roudhotul Jannah, Senin (16/2).
Sejak pukul 18.00 WIB, warga Gunung Anyar berbondong-bondong membawa sejumlah nasi kotak yang diserahkan kepada takmir masjid. Kemudian, warga bergiliran memberikan kertas berisi daftar sanak saudaranya yang ingin didoakan.
Sejumlah warga lainnya juga terlihat ada yang memberikan sejumlah uang sebagai bentuk sedekah yang dikumpulkan oleh takmir masjid.
Takmir Masjid Roudhotul Jannah, Yanto, mengatakan tradisi ini dijalankan oleh warga sejak dulu turun-temurun menyambut bulan suci Ramadan.
"Tradisi megengan ini sudah sejak dulu. Orang tua dulu ya tiap tahun. Setiap menghadapi bulan puasa ini megengan kirim doa kepada leluhurnya. Nanti dibacakan yasin tahlil doa, tiap tahun," kata Yanto saat ditemui di lokasi, Senin (16/2).
Makanan dari kiriman warga tersebut dikumpulkan terlebih dahulu di dalam masjid. Usai salat Isya, jemaah masjid menggelar doa bersama dan, tahlil.
"Habis isya. Bawa 4 nasi kotak per kk," ucapnya.
Setelah itu, kata Yanto, makanan tersebut dibagikan kepada jemaah masjid yang hadir dalam doa bersama tersebut.
"Nanti dibagikan ke datang tahlil di masjid," katanya.





