SERANG, KOMPAS.TV - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 255 unit kapal untuk mendukung kelancaran angkutan penyeberangan pada mudik Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi mengurai kepadatan arus kendaraan dan penumpang pada penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera, yang seluruhnya melewati wilayah Banten.
“Semua kendaraan dari Jawa, khususnya dari Jakarta ke Pulau Sumatera via jalur darat dan penyeberangan, akan melewati Provinsi Banten,” kata Dudy saat berkoordinasi dengan Gubernur Banten di Serang, Senin (16/2/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, Kemenhub telah menyiapkan 255 unit kapal dengan total kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan yang akan beroperasi di 15 lintas penyeberangan.
Baca Juga: Jadwal Contraflow dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026, Berlaku 17-29 Maret
Lintas Pelabuhan Merak–Bakauheni diprediksi menjadi yang terpadat, dengan estimasi hingga 6 juta penumpang selama periode mudik Lebaran 2026.
Selain itu, pemerintah menyiapkan lima titik delaying system untuk mengatur antrean kendaraan, yakni di Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas, serta JLS Ciwandan.
Dudy menjelaskan, strategi utama tahun ini adalah memecah kepadatan dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten, sehingga beban tidak hanya bertumpu pada Merak.
“Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar," terangnya, dikutip dari laman resmi Kemenhub.
"Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini,” tambahnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- arus mudik 2026
- mudik lebaran 2026
- pelabuhan merak
- penyeberangan jawa sumatera
- pelabuhan bakauheni
- dudy purwagandhi




