Saham Big Tech Turun Tajam, Investor Mulai Ragu Pengembangan AI

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Saham Microsoft (MSFT.O) turun sekitar 17 persen year-to-date akibat kekhawatiran terhadap risiko bisnis AI-nya.

Saham Big Tech Turun Tajam, Investor Mulai Ragu Pengembangan AI

IDXChannel - Saham-saham teknologi besar (Big Tech) di dunia mengalami penurunan tajam dalam nilai pasarnya tahun ini setelah bertahun-tahun mengalami kenaikan yang signifikan.

Dilansir dari Reuters, Selasa (17/2/2026), hal ini disebabkan keraguan investor apakah pengeluaran besar-besaran untuk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan menghasilkan imbal hasil yang cukup untuk membenarkan valuasi yang tinggi.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Turun Tertekan Kinerja Big Tech dan Pemotongan Suku Bunga The Fed

Saham Microsoft (MSFT.O) turun sekitar 17 persen year-to-date akibat kekhawatiran terhadap risiko bisnis AI-nya dan persaingan yang semakin ketat dari model Gemini terbaru Google dan agen AI Claude Cowork dari Anthropic. 

Hal ini menghapus sekitar USD613 miliar dari nilai pasarnya menjadi sekitar USD2,98 triliun per Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:
Valuasi Big Tech Kian Mahal, Wall Street Waspadai Sentimen AI di Awal Desember

Amazon (AMZN.O) juga mengalami penurunan sekitar 13,85 persen sepanjang tahun ini, kehilangan sekitar USD343 miliar dari nilai pasarnya, membuat nilai nilai pasar perusahaan sekitar USD2,13 triliun.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Beragam, Investor Cermati Laporan Keuangan Big Tech 

Awal bulan ini, Amazon mengatakan bahwa mereka memperkirakan pengeluaran modal akan meningkat lebih dari 50 persen tahun ini.

Nvidia juga mengalami penurunan nilai pasar USD89,67 miliar sehingga menjadi USD4,44 triliun.

Sementara Apple turun USD256,44 miliar, nilai pasarnya kini USD3,76 triliun. Nilai pasar Alphabet juga turun USD87,96 miliar menjadi USD3,7 triliun.

Penurunan yang terjadi sejak awal 2026 ini menandakan pergeseran yang lebih luas dalam psikologi pasar, di mana investor beralih dari menghargai ambisi AI jangka panjang ke tuntutan visibilitas laba jangka pendek setelah bertahun-tahun antusiasme spekulatif.

TSMC, Samsung Electronics dan Walmart telah menambah nilai pasar masing-masing sebesar USD293,89 miliar, USD272,88 miliar, dan USD179,17 miliar selama periode yang sama, sehingga nilai pasar mereka naik menjadi USD1,58 triliun, USD817 miliar, dan USD1,07 triliun.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua Ikatan Dokter Anak Piprim Basarah Dipecat Menkes, Ini Duduk Perkaranya
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sejumlah Wilayah Indonesia Diprakirakan Hujan pada Imlek Hari Ini
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Warga Terpesona Lihat Pertunjukan Video Mapping di Monas & Light Festival di Kota Tua
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Wamenekraf Irene Umar: Urus Imlek Nasional 2026 Seperti Melayani Keluarga Sendiri
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menlu RI Sugiono Hadiri DK PBB, Bawa Misi Perdamaian Gaza dan Dorong Solusi Dua Negara
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.