10 Saham Potensial di Tahun Kuda Api 2026: INET, ENRG dan TLKM jadi Rekomendasi

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Tahun 2026 dalam kalender Tiongkok dikenal sebagai Tahun Kuda Api yang merupakan simbol percepatan, ekspansi, sekaligus volatilitas tinggi. Dalam riset tematik bertajuk Year of Fire Horse 2026, Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebut fase ini sebagai periode ketika pasar tidak lagi bergerak serempak, melainkan ditopang oleh emiten dengan narasi pertumbuhan kuat, likuiditas tinggi, dan visibilitas kinerja yang jelas. 

“Transisi dari siklus ular yang penuh kehati-hatian menuju kuda api yang eksplosif menandai titik infleksi bagi pasar modal Indonesia,” tulis Kiwoom dalam riset yang dikutip Selasa (17/2) 

Menurut Kiwoom strategi pasif dinilai makin tertinggal, sementara pendekatan aktif berbasis momentum menjadi kunci. Di level global, lanskap 2026 juga tidak sepenuhnya ramah. 

Proyeksi produk domestik bruto (PDB) dunia yang menembus US$123,6 triliun menunjukkan ekonomi tetap bertumbuh dalam ritme yang tidak merata. Amerika Serikat dan China masih mendominasi, sementara Indonesia diperkirakan berada di kisaran US$1,6 triliun. Hal ini membuat ruang ekspansi tetap terbuka, tetapi kompetisi arus modal global akan semakin ketat dan selektif terhadap emerging markets.

Di dalam negeri, pasar modal masih membawa residu volatilitas akibat isu transparansi, friksi regulasi, serta dinamika kebijakan yang berubah cepat. Reformasi struktural dan penyesuaian tata kelola menjadi faktor penting yang bisa menentukan arah kepercayaan investor. 

“Bukan saatnya untuk konsolidasi pasif saat pasar akan didominasi oleh entitas yang berani mengambil ruang. Proyek dengan cerita masa depan & prospek pertumbuhan yang kuat akan mendapatkan valuasi premium,” tulis Kiwoom lagi. 

Lebih jauh Kiwoom menilai, tahun Kuda Api dipandang sebagai titik infleksi bukan sekadar pergantian kalender, melainkan fase kalibrasi ulang fondasi pasar. Karakter “api” merepresentasikan valuasi yang cepat memuncak, rotasi sektor agresif, dan pergerakan dana yang dinamis. 

Pada tahun ini investor dituntut adaptif, disiplin take profit, serta selektif memilih emiten dengan katalis konkret. Selain itu saham dengan cerita pertumbuhan jelas berpeluang mendapat premium valuasi, sementara sektor defensif lebih berfungsi sebagai jangkar portofolio ketimbang mesin pertumbuhan.

Berikut 10 saham pilihan yang dinilai prospektif di tahun kuda api 2026:Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Emiten pulp dan paper ini diproyeksikan mencatat lonjakan volume produksi seiring operasional pabrik pulp baru. Tambahan kapasitas signifikan membuka ruang ekspansi ekspor dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global. 

Dalam konteks geopolitik komoditas, INKP berpotensi diuntungkan oleh dinamika supply global. Kiwoom meletakkan target harga di Rp 10.800. 

Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Bank pelat merah ini menawarkan kombinasi dividend yield menarik dan valuasi kompetitif. Meski sektor perbankan besar cenderung konservatif, Mandiri tetap menarik berkat konsistensi laba dan narasi business turnover yang solid. Adapun target harga di Rp 5.950

Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

BTPS memasuki fase pemulihan profitabilitas melalui penurunan beban pencadangan (CPKN). Margin pembiayaan tetap tebal dan ekspansi kredit kembali agresif, dengan valuasi yang dinilai masih di bawah fair value. Target harga di Rp 1.635

Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)

Didorong pertumbuhan segmen otomotif dan ekspansi toko dengan same store sales growth (SSSG) kuat. ERAL menjadi representasi saham konsumsi dengan ekspansi agresif—tipikal momentum play di fase Api. Kiwoom meletakkan target harga di Rp 540. 

Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Stabilisasi harga jagung di Rp5.500/kg melalui distribusi pemerintah serta kebijakan culling menopang margin. Tambahan katalis berasal dari program Makan Bergizi Gratis Rp335 triliun yang berpotensi mendongkrak permintaan protein. Kiwoom merekomendasikan beli dengan target harga di Rp 3.110

Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)

TRIN berhasil membalikkan rugi menjadi laba bersih. Masuknya investor strategis memperkuat struktur modal, membuka ruang ekspansi proyek, efisiensi operasional, dan diversifikasi aset. Untuk saham properti ini Kiwoom merekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.650

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Untuk emiten PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Kiwoom menilai ekspansi kabel laut Jakarta–Batam–Singapura 20 Tbps serta FTTH Bali–Lombok memperbesar potensi recurring income. Kapasitas yang telah terserap 50% membuka ruang pertumbuhan lanjutan, menjadikannya bagian penting dari tulang punggung ekonomi digital. Adapun rekomendasi buy dengan target harga yang dinilai Kiwoom berada Rp 630. 

Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Target produksi naik 10–15% YoY dan pemboran sumur baru menjadi katalis utama. Aksi korporasi rights issue atau private placement memperkuat struktur modal, sementara kontribusi gas menopang valuasi yang dinilai atraktif. Kiwoom merekomendasikan take profit di Rp 2.000. 

Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Spin-off infrastruktur fiber dinilai membuka unlocking value signifikan. Struktur yang lebih ramping dan transparansi pasca pemisahan aset berpotensi mendorong re-rating sebagai pemain infrastruktur digital utama. Untuk take profit ditarget berada di Rp 4.000.

RMK Energy Tbk (RMKE)

Sebagai first mover infrastruktur batubara berbasis kereta api, RMKE diuntungkan kebijakan larangan hauling di jalan umum mulai 2026. Kontrak jangka panjang memberikan visibilitas arus kas tinggi. Rekomendasi buy dari Kiwoom dengan target harga Rp 13.100. 

Kiwoom menjelaskan, strategi 2026 menuntut pergeseran radikal dari buy and hold menuju agresivitas stock picking. Pasar akan lebih menghargai emiten dengan cerita masa depan yang konkret dan ekspansi berani. 

Sektor defensif tetap relevan, tetapi lebih sebagai peredam volatilitas ketimbang sumber pertumbuhan utama. Namun, karakter api juga membawa risiko overheat. 

Menurut Kiwoom pada 2026 euforia bisa cepat berubah menjadi koreksi tajam. Karena itu, disiplin exit strategy sama pentingnya dengan entry timing. Di Tahun Kuda Api, pasar memberi imbal hasil pada mereka yang cepat membaca arah angin dan berani mengeksekusi keputusan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan 2026: Mercure Makassar Nexa Pettarani Hadirkan Paket Iftar Bernuansa Elegant Penuh Kebersamaan.
• 20 jam laluterkini.id
thumb
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Dihajar Comeback, Barcelona Kalah dari Girona
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Perintahkan Proyek Migas di Bawah Rp100 Miliar Prioritas Digarap Pengusaha Daerah
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Breaking! Pemerintah Tutup 11 Bandara di Papua
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.