Grid.ID- Perayaan Imlek 2026 kembali membawa tradisi berbagi angpao yang dinanti banyak orang di Indonesia. Amplop merah berisi uang itu kerap dianggap sebagai rezeki tambahan di awal tahun.
Namun tidak sedikit yang menghabiskannya dalam waktu singkat tanpa rencana jelas. Padahal, angpao bisa menjadi titik awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Dengan pengelolaan tepat, dana perayaan tersebut dapat berubah menjadi tabungan, investasi, bahkan modal masa depan. Imlek 2026 pun bisa menjadi momentum penting untuk memulai perencanaan keuangan yang lebih matang.
Makna Angpao dalam Imlek
Setiap Tahun Baru Imlek, tradisi hongbao atau angpao selalu hadir sebagai simbol doa keberuntungan, keselamatan, dan harapan rezeki. Dalam budaya Tionghoa, amplop merah melambangkan energi positif dan keberkahan. Kini, seiring perkembangan zaman, pemberian angpao tidak selalu dalam bentuk tunai karena banyak keluarga menggunakan transfer digital.
Perubahan ini membuat penerimaan uang menjadi lebih praktis dan dalam beberapa kasus nominalnya juga lebih besar. Karena itu, pengelolaan uang angpao di momen Imlek 2026 menjadi semakin penting. Bukan lagi sekadar uang tambahan sesaat, melainkan kesempatan nyata belajar mengatur keuangan.
Melansir informasi keuangan keluarga yang banyak dibahas di laman Alibaba, tradisi hongbao bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi manfaat jangka panjang jika dikelola dengan benar. Pakar budaya festival Anika Rao menyarankan agar dana dibagi ke beberapa pos penting. “Cara terbaik adalah membagi dana untuk tabungan, pendidikan, bantuan sosial, dan kebutuhan masa depan,” ujar Anika Rao.
Strategi Bijak Mengatur Uang Angpao
Agar uang dari Imlek 2026 tidak cepat habis, ada beberapa langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan, sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Senin (16/2/2026).
1. Simpan Minimal Setengahnya
Strategi paling aman adalah langsung menyimpan minimal 50 persen dari uang yang diterima. Pendekatan ini sederhana, tetapi efektif menjaga dana tetap utuh.
Pembagian yang mudah diterapkan adalah 50% disimpan, 30% untuk kebutuhan penting, dan 20% untuk pengembangan diri atau berbagi. Langkah memindahkan dana ke rekening tabungan di hari yang sama dapat mencegah penggunaan impulsif.
2. Gunakan untuk Meningkatkan Kemampuan Diri
Daripada habis untuk belanja spontan, uang angpao dari Imlek 2026 bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan. Contohnya membeli buku karier, mengikuti kursus online, belajar desain, mengambil kelas bahasa, atau pelatihan digital. Pengeluaran ini sering memberi manfaat jangka panjang dan berpotensi meningkatkan peluang kerja maupun penghasilan.
3. Sisihkan untuk Berbagi
Menyisihkan sebagian kecil untuk membantu sesama juga menjadi kebiasaan positif. Tidak perlu besar, yang penting konsisten. Kebiasaan ini melatih kontrol diri dan membuat seseorang lebih menghargai rezeki yang diterima saat Imlek 2026.
4. Jadikan Dana Target Masa Depan
Banyak orang merasa nominal angpao kecil sehingga langsung dihabiskan. Padahal jika dikumpulkan, uang tersebut bisa menjadi awal tabungan tujuan, seperti membeli laptop kerja, biaya kursus profesional, dana liburan, atau sertifikasi karier. Ketika uang memiliki tujuan jelas, disiplin menjaganya biasanya lebih mudah.
5. Modal Awal Penghasilan Tambahan
Bagi mahasiswa atau pekerja muda, uang angpao Imlek 2026 juga bisa menjadi modal kecil mencoba peluang baru. Misalnya membuka jasa desain sederhana, jualan online kecil-kecilan, membeli alat kerja freelance, atau mulai investasi nominal kecil yang legal dan diawasi lembaga resmi. Langkah kecil ini sering menjadi awal kestabilan finansial jangka panjang.
Saran Perencana Keuangan
Perencana keuangan Laurensia Vina, CFP dari Finansialku.com juga memberikan saran tentang bagaimana cara bijak mengelola uang angpao. “Uang angpao bisa kita gunakan secara bijak melalui skala prioritas keuangan kita,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Menurut Laurensia, langkah pertama adalah memastikan dana darurat tercukupi. Jika belum, uang angpao dari Imlek 2026 bisa dialokasikan untuk menambah dana darurat. “Pertama, penuhi dana darurat bagi yang belum mencukupi dana daruratnya,” sarannya.
Kedua, dana bisa digunakan untuk membayar atau melunasi utang. Setelah itu, angpao dapat dimanfaatkan untuk menambah keterampilan. “Menambah keterampilan atau skill bisa meningkatkan income kamu juga,” jelasnya.
Jika kebutuhan prioritas sudah terpenuhi, dana bisa dialihkan untuk investasi. Barulah jika masih ada sisa, uang dapat digunakan untuk belanja atau self reward, tanpa menghabiskannya seluruhnya. “Kamu bisa gunakan uang angpao untuk belanja, tapi jangan sampai semua dihabiskan untuk belanja ya,” tegas Laurensia.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum setelah menerima angpao saat Imlek 2026 antara lain langsung belanja tanpa rencana, tidak mencatat total uang yang diterima, mengikuti gaya teman, dan menyimpan uang tunai terlalu lama tanpa berkembang.
Menghindari kesalahan sederhana ini sering kali lebih penting dibanding mencari strategi investasi rumit. Ada beberapa metode praktis yang bisa langsung dilakukan. Pertama, hitung total uang yang diterima.
Kemudian, tentukan satu tujuan utama. Setelah itu, pisahkan uang untuk simpan, pakai, dan berkembang. Amankan tabungan di hari yang sama dan catat rencana penggunaan sisanya.
Jadi, uang angpao seharusnya tidak dipandang sebagai dana bebas yang langsung habis, melainkan peluang membangun kebiasaan finansial sehat. Menyimpan sebagian, meningkatkan kemampuan diri, serta merencanakan penggunaannya secara jelas dapat memberi dampak besar.
Pendekatan sederhana dan konsisten jauh lebih efektif dibanding strategi rumit yang sulit dijalankan. Jika dikelola dengan sadar, rezeki di momen Imlek 2026 bukan hanya numpang lewat, tetapi menjadi fondasi kondisi keuangan yang lebih stabil sepanjang tahun. (*)
Artikel Asli




