Imlek tahun ini terasa berbeda bagi keluarga besar Sarwendah. Putra Sarwendah, Betrand Peto, menjelaskan bahwa mereka harus merayakan momen Imlek kali ini tanpa kehadiran mendiang sang kakek, Hendrik Lo, yang meninggal dunia pada pertengahan tahun lalu.
"Tahun ini kerasa beda karena enggak ada Yeyeh (panggilan kakek) saja sih," kata Betrand Peto di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Betrand Peto mengaku sangat merindukan kehadiran sang kakek. Pelantun lagu Sahabat Tak Akan Pergi itu, mengaku hanya bisa mengenang momen kebersamaannya dengan sang kakek melalui deretan foto dan video di galeri handphone miliknya.
"Ya aku kangen Yeyeh sih, kalau ditanya aku kangen sama Yeyeh. Kangen banget karena dia orang yang paling aku sayang juga," ujar Betrand.
"(Sekarang) Cuma (bisa) lihat foto-fotonya doang. Kayak nyanyi sama dia, joget sama Yeyeh. Aku kemarin ada video joget sama Yeyeh. Enggak aku posting sih, tapi aku punya video nyanyi sama Yeyeh. Kenangan nih. Aku simpan di 'Love'," lanjutnya.
Kenang Mendiang Hendrik Lo, Betrand Peto Sebut Tak Ada Pembagian Angpao di Momen Imlek Tahun IniBetrand menjelaskan bahwa dirinya akan merayakan momen Imlek bersama keluarga sang ibunda, Sarwendah. Kata Betrand, momen Imlek kali ini akan didedikasikan untuk mengenang kembali mendiang sang kakek.
"Bukan masih berduka, karena emang ini itu spesial, mungkin sambil kita kangen Yeyeh gitu. Kayaknya enggak bagi-bagi angpao. Kemarin di-chat sama Bunda enggak bagi-bagi angpao," tutur Betrand.
Dalam kesempatan itu, Betrand juga mengungkapkan makanan yang selalu ada di momen Imlek. Kata Betrand, mie dan telur merah menjadi menu yang selalu mengingatkannya dengan sosok mendiang sang kakek.
"Mie sama telur merah kan. Itu jadi favorit banget. Emang mungkin karena aku juga enggak terlalu mengerti tentang adat Imlek gitu. Tapi yang aku tahu waktu aku ngerayain sama Yeyeh itu makan mie sama telur," tandasnya.
Ayah Sarwendah, Hendrik Lo, meninggal dunia pada 19 Juli 2025 lalu. Hendrik Lo meninggal dunia di usia yang ke 63 tahun. Hendrik meninggalkan seorang istri, Rospita Tjoa, dan tiga orang anak.
Hendrik menghembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan di rumah sakit lantaran penyakit komplikasi yang dialaminya.





