Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tak hanya berfokus pada kendaraan konvensional maupun elektrifikasi roda empat.
Ia juga menyempatkan diri melihat purwarupa kendaraan terbang listrik berbasis e-VTOL dari XPeng yang dipamerkan sebagai teknologi mobilitas masa depan.
AHY menilai konsep kendaraan terbang tersebut memiliki potensi luas untuk berbagai kebutuhan di Indonesia, terutama bagi wilayah dengan akses terbatas. Selain untuk mobilitas personal, teknologi ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk fungsi strategis seperti pemantauan wilayah hingga penanganan situasi darurat.
“Katanya bisa sampai 400 km berarti kan lumayan jauh. Ini bisa buat rekreasi, sekaligus bisa buat surveillance, sambil lihat kondisi kontur saat ada bencana atau emergency, SAR,” ujar AHY di sela kunjungannya di IIMS 2026, Jumat (13/2/2026).
Kendaraan yang ditinjau merupakan e-VTOL dua penumpang yang dirancang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa memerlukan landasan panjang layaknya pesawat konvensional. Konsep ini ditujukan untuk mobilitas jarak menengah, baik di kawasan urban maupun daerah dengan infrastruktur transportasi terbatas.
Pengembangnya, XPeng, menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari konsep “Land Aircraft Carrier”, yakni sistem yang menggabungkan kendaraan darat sebagai mobil induk roda enam yang membawa unit e-VTOL di dalamnya.
Saat diperlukan, unit terbang dapat keluar dari kendaraan induk untuk mengudara, menawarkan fleksibilitas mobilitas darat dan udara dalam satu platform.
Dari sisi teknologi, pengoperasian kendaraan dirancang dapat dilakukan secara manual maupun otonom. Sistem keselamatannya dilengkapi berbagai lapisan redundansi, mulai dari kontrol, powertrain, hingga komunikasi, guna meminimalkan risiko apabila terjadi gangguan operasional.
Selain itu, kendaraan tersebut memiliki fitur deteksi lingkungan sferis, kemampuan kembali dan mendarat otomatis, serta sistem pemantauan dari darat yang meningkatkan keamanan selama pengoperasian. Pendekatan ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi mobilitas udara perkotaan yang kini mulai dilirik berbagai produsen global.





