Kasus pelajar SMP berinisial ZAAQ yang tewas dibunuh mengguncang warga Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Garut, Jawa Barat. Wilayah tersebut merupakan kampung halaman orang tua korban sekaligus kediaman para pelaku.
Pelaku berinisial YA dan AP itu diketahui merupakan warga Kampung Ciduga, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Hal tersebut dibenarkan Kades Margahayu, Uce Saepurohman. Menurut Uce, warganya sangat terguncang mendengar kabar pembunuhan tersebut.
"Kami semua di sini sangat kaget. Ya tidak menyangka anak bisa melakukan tindakan yang sadis," ungkap Uce dilansir detikJabar, Selasa (17/2/2026).
Menurut Uce, tersangka AP diketahui sudah tidak bersekolah meskipun masih berusia di bawah umur. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai tukang pasang dekorasi pesta pernikahan.
Sementara YA dikenal warga sebagai remaja yang cukup nakal, meskipun awalnya dianggap hanya kenakalan remaja biasa. Menurut Uce, YA sempat dikeluarkan dari sekolah, meskipun kemudian masuk sekolah lagi.
"Sempat dikeluarkan kurang-lebih 1 tahunan. Tapi aktif masuk sekolah lagi," katanya.
ZAAQ sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh di lahan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam. Jasadnya ditemukan sekelompok warga yang tengah melakukan live di TikTok.
Setelah ditelusuri polisi, terungkap fakta bahwa ZAAQ menjadi korban pembunuhan yang dilakukan dua tersangka, yakni YA (16) dan AP (17). Pembunuhan dilatarbelakangi motif dendam pelaku utama, YA, kepada ZAAQ.
Baca berita selengkapnya di sini.
(rdp/idh)





