JAKARTA, KOMPAS.com - Atraksi barongsai memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (17/2/2026).
Pertunjukan yang digelar di pelataran Museum Indonesia langsung menarik perhatian pengunjung yang memadati area sekitar panggung terbuka.
Di bawah langit yang sedikit mendung, dentuman drum dan simbal bertalu-talu membuka penampilan dua barongsai berwarna kuning emas dan merah menyala.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak berdiri melingkar, sebagian mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen ketika kedua barongsai mulai bergerak lincah mengikuti irama musik tradisional.
Baca juga: Cerita Warga Muslim Layani Umat Buddha Tionghoa Ibadah Imlek di Vihara Amurva Bhumi
Barongsai kuning memperlihatkan aksi akrobatik dengan melompat ke atas rangkaian meja yang disusun berderet dan ditutup kain biru.
Gerakannya yang seimbang dan gesit, meniru karakter singa yang waspada namun jenaka, berkali-kali mengundang tepuk tangan serta decak kagum penonton.
Sementara itu, barongsai merah menghadirkan interaksi hangat dengan mendekati kerumunan, menggoyangkan kepala, dan sesekali “menyapa” anak-anak yang berdiri di barisan depan.
Salah satu pengunjung, Yuni (35), warga Bekasi, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak melewatkan pertunjukan barongsai.
Baca juga: Senangnya Buntoro dan Bong, Rayakan Imlek dengan Makan Mi Panjang Umur
Ia mengatakan suasana di TMII terasa berbeda dibanding hari biasa karena dekorasi dan rangkaian acara Imlek membuat kawasan wisata itu lebih hidup.
“Tadi kami keliling dulu lihat dekorasi lampion, lalu menunggu di sini karena anak-anak ingin sekali melihat barongsai. Menurut saya pertunjukannya seru, apalagi saat barongsai naik ke atas meja, itu menegangkan tapi juga menghibur,” ujar Yuni saat ditemui Kompas.com di area pelataran.
Yuni menambahkan, ia berencana melanjutkan kunjungan dengan menonton air mancur Tirta Menari dan mencoba beberapa wahana lain sebelum pulang sore hari.
“Momen seperti ini jarang, jadi sekalian menikmati semua acara yang ada,” kata dia.
Pengunjung lain, Romi (42), datang bersama keluarga besarnya dari Depok.
Ia menilai atraksi barongsai bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana mengenalkan keberagaman budaya kepada anak-anak.
“Saya ingin anak-anak melihat langsung tradisi Imlek, bukan hanya dari televisi atau media sosial. Anak-anak juga senang,” tutur Romi.
Baca juga: Imlek Identik dengan Hujan, Benarkah Simbol Banjir Rezeki atau Faktor Musim?





