Momen Imlek di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, menjadi salah satu yang ditunggu warga untuk mencari rezeki, Selasa (17/2).
Pada saat Imlek, Vihara Dharma Bhakti dipenuhi umat Khonghucu yang berlalu lalang datang dan pergi. Warna merah yang dominan menyelimuti Vihara Dharma Bhakti, lalu asap yang kadang kala bertiup dari dupa-dupa dan pembakar kertas, menjadi panorama tambahan di tengah ramainya peribadatan yang dilakukan oleh para pengunjung.
Tepat di seberang pintu depan wihara ini, warga nampak berjejer duduk 'ngemper' dengan rapi. Mereka duduk sejak pagi, menanti rezeki dari para pengunjung Vihara Dharma Bhakti.
"Kalau saya (dari pukul) setengah 7," ucap salah satu warga yang duduk ngemper, Dendi (30).
"Cuma tadi setengah delapan, jam delapan itu sudah ramai di mari. Sudah pada nongkrong," jelasnya.
Bahkan, menurut Dendi, ada warga yang telah berada di Vihara Dharma Bhakti menanti rezeki ini sejak kemarin malam.
"Ada yang sampai nginep juga. Dari kemarin. Buat farming duit," kata Dendi.
Dendi yang berasal dari Jakarta Timur itu sengaja datang ke Vihara Dharma Bhakti seorang diri untuk mencoba peruntungannya. Di antara banyaknya vihara di Jakarta, ia memilih Vihara Dharma Bhakti karena vihara ini merupakan salah satu yang tertua dan mendapatkan informasi dari temannya.
"Karena ini kan tertua. Tertua di Jakarta kan. Petak Sembilan namanya kan," tutur Dendi.
"Gua info dari teman gua juga. Teman ojol," sambungnya.
Dendi mengaku baru melakukan aksinya ini pertama kali. Ia memilih absen sejenak dari rutinitasnya sebagai ojek online. Sebab, menurut perkiraannya, rezeki dari duduk ngemper saat Imlek akan lebih baik dibandingkan mengangkut penumpang.
"Makanya kan kalau kita narik juga kasarannya, ya dihitung-hitung cuma mentok Rp 150 apa 200 (ribu) lah. Hitungannya Rp 200 (ribu) aja ya. Kerja rodi kalau Rp 200 (ribu) juga kan," ujar Dendi.
Dendi menjelaskan bahwa para pengunjung yang disebutnya sebagai 'donatur' itu akan menghampiri para warga yang duduk tersebut.
"Jadi habis selesai ibadah lah, berdoa, langsung dikawal, ya langsung bagi-bagi. Per orang," kata Dendi.
Warga yang lain, Ata (27), mengatakan bahwa para warga yang duduk ngemper seperti ini pada tahun lalu mendapatkan rezeki yang tak sedikit. Akibat informasi itulah ia mencoba peruntungannya pada tahun ini.
"Nyoba aja. Kan tahun-tahun kemarin kan katanya kan lumayan gede kan dapatnya ya. Katanya," kata Ata.
Sementara itu, warga yang lain yaitu Rizki (27) yang duduk ngemper bersama ibunya, Hilda (54) telah mendapatkan uang sejumlah Rp 30 ribu. Sama seperti Ata, ia mengaku mendapatkan informasi dari sosial media bahwa dengan duduk ngemper seperti ini akan mendapatkan banyak rezeki.
"Katanya sih dapetnya gede. Dari TikTok. Katanya ada yang dapet sejuta," ungkap Rizki.
Meski begitu, Rizki sempat dilarang oleh pacarnya karena dianggap pengemis. Oleh karena itu, ia tak mengakui sedang melakukan aksinya ini ke pacarnya.
"Cewe gue aja ngomong. Ngomong 'ngapain ke sana-sana? Udah kayak orang minta-minta aja'. Orang iseng gimana? Makanya gue enggak izin sama cewek gue ke sini," tutur Rizki.
Charles (39), salah satu pengunjung di Vihara Dharma Bhakti mengaku tak terganggu dengan keberadaan warga yang mengemper tersebut.
"Karena mereka tidak meminta-minta seperti itu. Jadi ya kalau orang mau memberi ya silakan. Tapi ya selama mereka tidak mengganggu ya tidak masalah saja," tutur Charles.
Charles pun memahami alasan warga duduk ngemper. Ia mengaku bahwa kerap kali terdapat tokoh terkenal yang membagikan rezeki kepada mereka, sehingga alasan warga ngemper dipahaminya dan menjadi penampakan wajar tiap tahun baginya.
"Tiap tahun seperti itu ya. Mungkin kadang-kadang ada tokoh yang terkenal ya, nah mereka mungkin bagi-bagi rezeki seperti itu. Begitu. Jadi mungkin mereka menunggu itu ya," ujar Charles.





