Malang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Malang menggelar pengamatan hilal di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa sore, 17 Februari 2026. Pengamatan ini dilaksanakan untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
"Pemantauan dilakukan dari Kantor Bupati Malang dengan elevasi 400 meter di atas permukaan laut," kata Kepala Stasiun Geofisika Malang, Mamuri, Selasa 17 Februari 2026.
Dari seluruh wilayah Malang Raya, pengamatan hilal hanya dilaksanakan di Kabupaten Malang saja. Pelaksanaan rukyatul hilal ini juga akan dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) se-Malang Raya dan pemerintah daerah.
Ilustrasi tim rukyatul hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Gresik melakukan pemantauan.
Sebagai informasi, Pemerintah akan melaksanakan sidang isbat penentuan awal Ramadan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, pada Selasa, 17 Februari 2026. Pemantauan hilal akan dilakukan di 96 titik rukyatul hilal se-Indonesia.
"Ada 96 titik lokasi rukyatul hilal yang akan dipantau oleh teman-teman rukyat hilal, mulai dari Aceh sampai ke Indonesia Timur," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kemenag, Abu Rochmad, dalam wawancara eksklusif dengan Metro TV, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga :
Pakai Sistem Khumasi 198 Tahun, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Mulai Puasa Hari IniKemudian, tiga titik pemantauan hilal di Bangka Belitung, satu titik di Bengkulu, satu titik di Lampung, enam titik di DKI Jakarta, satu titik di Jawa Barat, satu titik di Banten, dan 15 titik di Jawa Tengah. Lalu, empat titik di Yogyakarta, sembilan titik di Jawa Timur, satu titik di Kalimantan Barat, satu titik di Kalimantan Tengah, dan dua titik di Kalimantan Timur.
Selanjutnya, satu titik di Kalimantan Selatan, satu titik di Kalimantan Utara, satu titik di Bali, satu titik di NTB, dua titik di NTT, dua titik di Sulawesi Selatan, tiga titik di Sulawesi Barat, satu titik di Sulawesi Tenggara, satu titik di Sulawesi Utara, dan satu titik di Gorontalo. Lalu, satu titik di Sulawesi Tengah, tujuh titik di Maluku, dua titik di Maluku Utara, satu titik di Papua, dan satu titik di Papua Barat.




