FAJAR, LIVERPOOL—Operasi senyap membujuk Jurgen Klopp kembali ke bangku cadangan gagal. Sang juru taktik menolak dua raksasa Liga Premier setelah meninggalkan Liverpool, kata agennya
Agen Jurgen Klopp, Marc Kosicke, mengklaim bahwa Chelsea dan Manchester United telah melakukan pendekatan yang tidak berhasil untuk merekrut pelatih asal Jerman itu setelah kepergiannya dari Liverpool.
Ada kejutan ketika Klopp mengumumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/24 setelah sembilan tahun duduk di kursi pelatih di Anfield.
Setelah periode yang sulit bagi klub, Klopp membawa raksasa Merseyside itu meraih total delapan trofi, termasuk trofi Liga Champions pada tahun 2019 dan gelar Liga Premier musim berikutnya.
Era kesuksesan yang luar biasa itu mengukuhkan posisi Klopp di antara manajer Liverpool terhebat dan terpopuler sepanjang masa bersama dengan nama-nama seperti Bill Shankly dan Bob Paisley.
Setelah mengundurkan diri dari posisinya di The Reds, pria berusia 58 tahun itu mengambil peran sebagai Kepala Sepak Bola Global untuk grup Red Bull, mengawasi jaringan klub internasional mereka, termasuk RB Leipzig dan Red Bull Salzburg, sebagai penasihat.
Klopp sangat tertutup mengenai rencana masa depannya dan berulang kali menyatakan bahwa ia tidak akan pernah melatih tim lain di Inggris selain Liverpool.
Namun, hal ini tidak menghentikan dua rival terbesar Liverpool untuk mencoba peruntungan mereka dengan Klopp sebelum ia mulai bekerja dengan Red Bull pada Januari 2025.
“Bahkan Chelsea dan Manchester United pun menanyakan, meskipun Jurgen telah dengan jelas menyatakan bahwa ia tidak akan melatih klub lain di Inggris. Pertanyaan-pertanyaan ini terus berdatangan,” kata penasihat terpercaya Klopp, Kosicke, kepada Transfermarkt.
“Ia sangat senang dengan apa yang telah ia capai. Sungguh luar biasa untuk tercatat dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit pelatih yang hanya melatih tiga klub dan tidak pernah dipecat,” tegasnya.
Menurut Sky Sports, baik Chelsea maupun Manchester United telah membantah klaim yang dibuat oleh Kosicke ini.
Selain Chelsea dan United, ada juga tawaran bagi Klopp untuk melatih tim nasional Amerika Serikat dan Inggris.
“Mungkin suatu saat nanti ia akan mengatakan bahwa ia perlu mencium aroma ruang ganti lagi. Namun saat ini ia sangat, sangat bahagia dengan perannya,” tambah Kosicke dikutip dari Metro.
“Sebelum bergabung dengan Red Bull, Jurgen bisa saja melatih AS atau Inggris. Mungkin juga Jerman, jika Julian Nagelsmann belum berada di sana,” lanjutnya.
Pada bulan Oktober lalu, Klopp mengisyaratkan bahwa secara ‘teoretis mungkin’ ia suatu hari nanti dapat kembali melatih Liverpool untuk periode kedua.
Namun jelas bahwa mantan bos Borussia Dortmund dan Mainz ini tidak memiliki ambisi langsung untuk kembali memasuki tekanan tinggi dalam manajemen tingkat elit.
“Saya mengatakan saya tidak akan pernah melatih tim lain, tim yang berbeda, di Inggris. Jadi itu berarti jika kemudian itu Liverpool… ya. Secara teoritis itu mungkin,” kata Klopp di podcast The Diary of a CEO.
“Saya berusia 58 tahun, itu berarti saya bisa membuat keputusan dalam beberapa tahun, saya tidak tahu. Apakah saya harus membuat keputusan hari ini? Kalau begitu, saya tidak akan melatih lagi,” tegasnya.
“Tapi syukurlah, saya tidak perlu melakukan itu. Saya hanya bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan,” tandasnya. (amr)





