Para jemaat Buddha mengunjungi salah satu Vihara di Kabupaten Deli Serdang, dalam perayaan Imlek Tahun 2026.
Lampion gantung dan dekorasi yang berwarna merah dan kuning menghiasi Vihara Maitreya. Hiasan itu menjadikan Vihara terlihat indah di mata.
Pantauan kumparan pada hari Selasa (17/2), terlihat para pengunjung ada yang beribadah. Setelah beribadah, para jemaat juga mengambil foto bersama keluarga di dekorasi yang telah dibuat oleh pengurus Vihara Maitreya.
Selain itu, para jemaat juga menuliskan harapannya di tempat yang telah disediakan.
Dicky Paskarianto, sebagai panitia Imlek di Vihara tersebut mengatakan bahwa tema dalam perayaan Imlek di tahun ini adalah bakti orang tua dan doa untuk perdamaian dunia.
"Jadi ada beberapa tema di sini, tema pertama itu adalah bakti ya. Berbakti terhadap orang tua, kemudian tema yang kedua adalah doa untuk perdamaian dunia. Jadi kita mengajak umat Buddha untuk datang berdoa menulis harapannya sendiri dan juga harapan dunia seperti itu," ucap Dicky saat ditemui di lokasi.
Menurut Dicky, perayaan Imlek di tahun lalu lebih ramai dibandingkan dengan tahun ini. Ia mengatakan, pada tahun ini perayaan Imlek berlangsung dari tanggal 17 Februari hingga 3 Maret 2026.
"Dibanding tahun lalu, mungkin tahun lalu lebih ramai ya. Karena mungkin juga hari ini, karena semalam kan pergantian tahun Imlek. Kemudian banyak umat yang sembahyang sampai tengah malam. Jadi mungkin ya nanti bisa lebih ramai," ujar Dicky.
Salah satu pengunjung sekaligus jemaat Buddha bernama Juniwati (41) dan suaminya Doni Chandra (45) mengatakan bahwa mereka berdoa agar di tahun ini Negara Indonesia aman dari bencana.
"Semoga semua negara ini aman, tentram dan dihindari dari bencana alam lagi," kata mereka.
Juniwati mengatakan, pada tahun perayaan Imlek 2026 menggunakan shio kuda api. Kuda api bermakna bekerja lebih cepat dan semangat berapi-api dengan menjaga emosi.
"Tahun kuda api ini disuruhnya kita bekerja lebih kencang gitu. Larinya cepat, kan kuda larinya cepat. Kalau api, kita harus semangat gitu, tapi harus jaga emosi. Karena api, kita agak membara gitu, jadi harus jaga kesabaran kita dan jangan mudah emosi," pungkas Juniwati.





