Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan alias bansos beras dan minyak goreng kepada 33,24 juta penerima untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Jumlah bantuan yang disalurkan adalah 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per penerima selama dua bulan. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya menjaga harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
"Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat," kata Amran dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, Perum Bulog akan mengeluarkan total stok beras sebanyak 664.800 ton dan stok minyak goreng sebanyak 132.900 kiloliter untuk penyaluran tersebut.
Amran menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp11,92 triliun guna melaksanakan penyaluran bansos beras dan minyak goreng kali ini.
Berdasarkan surat Kepala Bapanas No. 204/TS.03.03/K/02/2026 tertanggal 11 Februari, penyaluran akan dilakukan satu kali secara sekaligus usai anggaran terbit di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.
“Per 13 Februari, total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok CBP [cadangan beras pemerintah],” jelasnya.
Sementara itu, sebanyak 188.500 ton lainnya merupakan stok beras komersial, sedangkan stok minyak goreng di Perum Bulog disebut masih terdapat sekitar 15.000 kiloliter.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran senilai Rp911,16 miliar untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini diambil berkaca pada kesuksesan periode sebelumnya, yang mana tingginya mobilitas masyarakat diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
"Lebaran Idulfitri terbukti di periode yang lalu, termasuk Nataru, meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2025 yang mencapai 5,39%," kata Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).





