Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi dari pedagang cabai dan bawang yang sedang menata dagangannya di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. (Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tinggal hitungan jam kita akan mendengar keputusan resmi penetapan awal puasa dengan adanya sidang Isbat. Di hari-hari seperti inilah, terlihat peningkatan aktivitas belanja masyarakat guna mempersiapkan kebutuhan konsumsi rumah tangga dan tentunya untuk rangkaian puasa Ramadan.

Kondisi ini kerap berdampak pada naiknya harga sejumlah komoditas pangan, namun pemerintah akan terus melakukan upaya untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok sesuai keinginannya namun dengan harga yang wajar.

Oleh sebab itu pemerintah kini menggencarkan program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Jelang Lebaran 2026: Transportasi, Mudik Gratis, hingga Bantuan Pangan

Program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Melansir laman resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (17/2/2026), GPM menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha swasta.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus menjalin kolaborasi untuk mewujudkan harga pangan pokok strategis yang stabil. Dan secara tegas meminta pelaku usaha sektor pangan tidak ada yang menjual dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen dikutip dari badanpangan.co.id, Selasa (17/2/2026).

"Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun pun terkadang ada kenaikan, (hanya) satu atau dua pangan komoditas strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya," ucap Kepala Bapanas Amran saat membuka GPM Serentak di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Presentase Menunjukkan Peningkatan Sebesar 69%: Pemerintah Akan Terus Pantau Program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Pelaksanaan program pemerintah yang diperuntukan untuk menjaga stabilitas harga pangan telah dilaksanakan secara serentak pada Februari 2026, dan kini telah meningkat mencapai angka 69%.

Menurut informasi yang didapatkan dari Badan Pangan Nasional, sampai pertengahan Februari 2026 ini GPM telah mencapai 1.218 titik yang tersebar di 497 kabupaten/kota dan telah terlaksana di 447 titik.

Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pasar murah
  • gpm
  • gerakan pangan murah
  • stabilitas harga pangan
  • ramadan 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Hadiri Pertemuan Dewan Keamanan PBB, Bahas Pemulihan Gaza
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Perketat Manajemen Risiko Trading Derivatif Kripto, Lima Fitur Diluncurkan
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pameran Seni 'Resonansi': Saat Gema Batin Seniman Lintas Kota Bergetar di Depok
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Heboh di Google Maps! Muncul Nama Tembok Ratapan Solo Tepat di Kediaman Jokowi, Ada Apa?
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih Menegaskan Pelayanan Publik Jadi Orientasi Utama Perencanaan Pembangunan Nasional
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.