Indonesian–Arab Saudi Perkuat Integrasi Digital Layanan Haji dan Umrah

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta

Kementerian Haji optimalkan konektivitas data dan platform Nusuk Masar demi keselamatan serta kenyamanan jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat integrasi sistem digital dengan Arab Saudi guna meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah serta memastikan perlindungan jemaah Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyatakan integrasi sistem bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan upaya menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah yang jumlahnya mencapai jutaan setiap tahun.

“Integrasi sistem ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi tentang keselamatan dan kenyamanan jemaah. Semua proses mulai dari visa, akomodasi, layanan kesehatan, hingga kepulangan harus terpantau dan terlindungi secara menyeluruh,” ujar Irfan dalam keterangan pers, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menegaskan pelayanan bagi jemaah Indonesia harus berlangsung cepat, aman, dan nyaman tanpa hambatan teknis maupun administratif.

*Dukung Saudi Vision 2030*

Pemerintah Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap modernisasi layanan haji dan umrah sejalan dengan Saudi Vision 2030.

Salah satu fokus utama adalah penguatan konektivitas data dengan sistem Arab Saudi, termasuk optimalisasi platform Nusuk Masar untuk kontrak hotel dan manajemen layanan jemaah.

Selain itu, Indonesia mengusulkan fleksibilitas mekanisme penggantian visa bagi jemaah yang batal berangkat agar kuota tidak hangus.

“Setiap kuota adalah hak umat. Kami berharap ada mekanisme fleksibel hingga mendekati hari keberangkatan agar slot tidak terbuang sia-sia,” kata Irfan.

Pemerintah juga meminta kejelasan teknis terkait pembayaran Dam (denda) tamattu melalui sistem digital agar prosesnya lebih praktis dan tidak membingungkan jemaah.

*Percepat Administrasi dan Respons Darurat*

Integrasi sistem digital ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan respons terhadap kondisi darurat.

Pemerintah menilai langkah tersebut menjadi fondasi penting menuju tata kelola haji dan umrah yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan serta perlindungan jemaah Indonesia.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Tips Penataan Kamar Tidur Menurut Feng Shui, Raih Hoki dan Bantu Pulihkan Energi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ribuan Jamaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember dan Bondowoso Mulai Puasa Ramadhan 1447 H pada 17 Februari 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Flick Akui Pertahanan Barcelona Buruk Usai Kalah dari Girona
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Video: ASN Digital Permudah PNS Kerja WFA, Tapi Harus Ikut Aturan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.