Bisnis.com, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan bahwa libur panjang perayaan Imlek 2026 hingga Selasa (17/2/2026) ini dapat mengerek peningkatan pendapatan sektor pariwisata beserta turunannya, termasuk toko buah.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyebut bahwa peningkatan omzet berpotensi dicatatkan pusat destinasi wisata, mal/gerai ritel, pusat kuliner, kafe, makanan khas daerah, logistik, transportasi, pernak-pernik Imlek, hingga toko buah seiring dengan meningkatnya pergerakan masyarakat.
“Permintaan buah khas di atas diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 30% selama perayaan Imlek,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Selain itu, dia juga memperkirakan potensi perputaran uang selama libur Imlek dapat mencapai Rp9,06 triliun. Jumlah ini dihitung dari populasi warga negara Indonesia keturunan Tionghoa yang dia sebut mencapai 11,25 juta orang atau sekitar 2,81 juta keluarga.
Dengan asumsi setiap keluarga membelanjakan sedikitnya Rp1 juta untuk perayaan Imlek, maka perputaran uang dapat mencapai Rp2,81 triliun. Nominal ini ditambah dengan 3,36 juta orang yang melakukan perjalanan wisata dan diasumsikan berbelanja setidaknya Rp500.000, maka akan menghasilkan perputaran Rp1,68 triliun.
Terdapat pula potensi perputaran uang dari penjualan tiket penerbangan, kereta api, hingga kereta cepat yang masing-masing mencapai Rp1,74 triliun, Rp150 miliar, serta Rp6,2 miliar.
Baca Juga
- Rayakan Imlek 2026: Alibaba Kasih Boba Gratis, Tencent Tebar Angpao Digital
- Harga Emas di Pasar Spot saat Imlek 17 Februari 2026 Redup, di Bawah US$4.900
- Pesan Gibran untuk Tahun Baru Imlek 2026: Jaga Persatuan dan Perkuat Toleransi
Sarman juga menggarisbawahi potensi sektor ritel dari perkiraan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), bahwa nilai transaksi akan mencapai Rp53,38 triliun sejak perayaan Imlek hingga Idulfitri 1447 Hijriah nanti.
“Jika selama libur imlek kita perkirakan terjadi transaksi 5%, maka potensi perputaran uang sektor ritel sekitar Rp.2.669.000.000.000. Dengan demikian, potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp.9.067.480.000,” jelas Sarman.
Menurutnya, jumlah itu juga belum mencakup perputaran uang dari biaya tol yang dikeluarkan, belanja BBM kendaraan pribadi, hingga wisatawan yang bepergian naik kapal laut dan penyeberangan.
Sarman pun optimistis momentum ini dapat mengerek kontribusi konsumsi rumah tangga dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan pada kisaran 5,5%.





