Penulis: Ikhsan
TVRINews, NTB
Di sudut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebuah toko kecil bernama Mataram Gundam menghadirkan lebih dari sekadar mainan. Rak berisi replika tokoh anime, action figure, dan model Gundam menjadi ruang nostalgia sekaligus tempat mewujudkan mimpi masa kecil.
Toko ini berdiri sejak 2017. Pemiliknya, Ivan Prima Nugraha, awalnya tidak berencana membuka gerai fisik. Ia melihat peluang dari teman dan komunitas yang kerap menitip pembelian mainan koleksi dari luar daerah. Dari aktivitas tersebut, lahirlah usaha rumahan yang kini memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan.
Meski ruangnya sederhana dan cenderung lengang, tempat ini menjadi titik temu para pencinta hobi. Bagi sebagian pelanggan, toko ini bukan hanya lokasi transaksi, melainkan ruang untuk menyambung kenangan yang dahulu belum tercapai.
“Usaha ini menyasar berbagai segmen usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang kembali menghidupkan hobi lamanya. Banyak pembeli datang dengan target koleksi tertentu, namun tidak sedikit pula yang akhirnya membeli secara spontan karena rasa nostalgia,” jelas Ivan Nugraha, Selasa, 17 Februari 2026.
Tagline “Mainan bapak yang ngakunya untuk anak” lahir dari pengalaman berjualan. Kalimat tersebut menggambarkan banyak orang dewasa membeli mainan untuk memenuhi keinginan masa kecil yang tertunda.
Produk yang paling diminati adalah replika Gundam dan beragam action figure populer. Ivan menyebut omzet kotor toko berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. Namun, baginya nilai utama usaha ini terletak pada kebahagiaan pelanggan saat mengenang masa lalu.
Ia juga melihat dampak positif dari hobi merakit Gundam. Sejumlah pelanggan mengaku mengurangi kebiasaan kurang sehat dengan menabung demi membeli koleksi.
“Ada pula orang tua yang menggunakan proses perakitan sebagai sarana melatih kesabaran dan kreativitas anak. Bahkan, sebagian pemain Gundam menilai aktivitas ini mampu mengurangi ketergantungan remaja terhadap gadget,” tambahnya.
Seorang pembeli, Andre, mengaku senang dapat memiliki replika Gundam yang dulu hanya menjadi impian. Meski koleksinya belum banyak, ia merasakan kepuasan setiap mendapatkan model yang diinginkan.
“Mainan ini bukan sekadar pajangan, tetapi simbol perjalanan pribadi dan bentuk apresiasi terhadap sesuatu yang dianggap berharga. Awalnya ia hanya memiliki satu koleksi, namun seiring waktu jumlahnya terus bertambah,” cerita Andre.
Toko ini menunjukkan hobi dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Di balik setiap replika yang dirakit, tersimpan cerita tentang mimpi yang tercapai, proses belajar yang menyenangkan, serta kebahagiaan sederhana yang terus hidup.
Editor: Redaktur TVRINews





