Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, bertemu langsung Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, membahas arah perdamaian Timur Tengah dan posisi Indonesia dalam upaya internasional menghentikan konflik berkepanjangan.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme serta dukungan terhadap peran PBB sebagai garda utama menjaga perdamaian dunia.
Ia juga menyampaikan rencana kehadiran Indonesia pada forum-forum penting yang akan menentukan arah penyelesaian konflik Palestina.
Menlu memastikan dirinya akan hadir pada Sidang Dewan Keamanan PBB 18 Februari 2026 yang membahas situasi Timur Tengah, serta mengungkap rencana Presiden RI, Prabowo Subianto, mengikuti pertemuan Board of Peace di Washington D.C. sehari setelahnya bersama para pemimpin dunia.
“Posisi kami jelas yakni keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Menlu, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Ia menilai partisipasi tersebut merupakan langkah konkret untuk memastikan upaya perdamaian tidak berjalan di luar kerangka PBB, melainkan memperkuatnya.
Sekjen PBB, António Guterres, menyambut baik langkah Indonesia. Ia mengapresiasi kehadiran langsung Menlu RI di New York serta konsistensi Indonesia dalam mendorong penyelesaian damai konflik Palestina.
Guterres juga menyoroti situasi di Tepi Barat yang menurutnya telah melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Ia memandang negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam inisiatif Board of Peace.
Selain isu Palestina, kedua pihak turut membahas kondisi keamanan global serta dinamika pembangunan internasional.
Sekjen PBB menilai Indonesia sebagai mitra kunci dalam menjaga efektivitas sistem multilateral di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Menutup pertemuan, Sugiono kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten menggunakan jalur diplomasi internasional untuk memperjuangkan hak rakyat Palestina.
Indonesia, kata dia, akan memanfaatkan berbagai mekanisme multilateral guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan hukum internasional tetap menjadi fondasi utama upaya perdamaian. (agr/muu)




