JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan alasan lokasi pelaksanaan sidang isbat Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi digelar di Hotel Borobudur.
Sidang isbat penentuan awal Ramadhan biasanya digelar di Auditorium Haji Mohammad Rasjidi Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat.
Baca juga: Link Live Sidang Isbat 2026, Awal Puasa Diumumkan Malam Ini
"Karena pembangunan jalan raya di depan Jalan Thamrin itu sedang dikerjakan oleh PU, jadi kami enggak ada parkir, bahkan sempit ya," kata Nasaruddin sebelum konferensi pers hasil sidang isbat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Nasaruddin mengaku khawatir apabila sidang isbat penentuan Ramadhan 2026 menyebabkan kemacetan di Jalan Thamrin karena tak memiliki lahan parkir yang luas.
"Maka dikhawatirkan terganggu tidak ada tempat parkir, gimana ya. Maka itu kami tahun ini pindahkan ke sini dulu," tuturnya.
Nasaruddin berharap, masyarakat dapat memahami persoalan ini agar tidak menimbulkan tanggapan yang negatif.
"Mudah-mudahan nanti pada akan datang kita kembali seperti biasa ya. Itu yang pertama, jadi jangan sampai nanti ditanggapi kok pindah ke hotel dari kantor, itu hanya karena faktor teknis," ucap dia.
Awal puasa diumumkan malam iniKementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) hari ini.
Berdasarkan agenda resmi yang diumumkan melalui akun Instagram Bimas Islam Kemenag, rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal yang disiarkan langsung. Sidang isbat berlangsung pukul 18.30 WIB secara tertutup.
Baca juga: Sidang Isbat Tentukan 1 Ramadhan 1447 Akan Digelar Hari Ini
Hasil penetapan awal Ramadhan 1447 H dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 19.05 WIB melalui konferensi pers di Hotel Borobudur.
Kemenag melakukan pemantauan hilal di 96 lokasi di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan dari titik-titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan sidang.
Penentuan awal Ramadhan menggunakan metode gabungan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit pertama).
Baca juga: Pemantauan Hilal 1 Ramadhan di Kanwil Kemenag Jakarta Pakai Theodolite dan Teleskop
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, dikutip dari situs resmi Kemenag, Jumat (6/2/2026).
Hadirkan Banyak UnsurSidang isbat akan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Baca juga: Menag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu Awal Ramadhan 1447 H
Forum tersebut juga mengundang Badan Informasi Geospasial, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Observatorium Bosscha ITB, serta Planetarium Jakarta, bersama perwakilan ormas Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




