JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil pemantauan sementara dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta, hilal masih jauh di bawah ufuk.
"Secara teori (hisab) tadi, posisi hilal itu jauh di bawah ufuk, sehingga tidak mungkin bisa terlihat," ucap Kepala Kanwil Kemenag Jakarta Adib ketika diwawancarai di lokasi, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Pemantauan Hilal Ramadhan Dimulai 30 Menit Sebelum Matahari Terbenam
Adib mengatakan, tak terlihatnya hilal disebabkan karena bulan terbenam lebih dulu sekitar pukul 18.11 WIB dibandingkan matahari sekitar pukul 18.15 WIB.
Berdasarkan hal itu, tinggi hilal di DKI Jakarta berada di minus nol derajat 54 menit atau hampir di bawah satu derajat ufuk.
"Pada saat terbenam matahari itu minus artinya di bawah ufuk. Artinya tidak mungkin bisa terlihat kalau berdasarkan dari sudut pandang perhitungan tadi," ungkap Adib.
Kendati demikian, proses pemantauan hilal tetap dilakukan guna memverifikasi di lapangan tentang perhitungan hisab yang sudah dilakukan.
Sampai saat ini proses pemantauan hilal masih terus dilakukan dan akan berakhir ketika matahari sudah terbenam sekitar pukul 18.15 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang