Jakarta: Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang) dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat terdampak penataan kawasan tetap memiliki sumber penghidupan yang inklusif dan berkelanjutan di lokasi yang baru.
“Prinsipnya, masyarakat tidak hanya sekadar pindah ke tempat baru, tetapi juga harus memiliki pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka," ujar Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Batam, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Februari 2026.
Baca Juga :
Hilal Tak Terlihat di Jakarta, Puasa Berpotensi Jatuh 19 FebruariIftitah menjelaskan, Kementrans terus bersinergi dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam untuk menjaga stabilitas kawasan. Situasi Rempang yang kian damai menjadi modal utama bagi pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur sekaligus menarik investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.
"Alhamdulillah, selama satu tahun terakhir situasinya semakin damai dan kondusif. Ini penting untuk menghadirkan iklim investasi yang nyaman bagi semua pihak,” ujar Iftitah.
Pemerintah telah mendistribusikan 16 unit kapal nelayan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) bagi warga di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon. Bantuan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas nelayan pesisir agar tetap berdaya secara ekonomi setelah proses relokasi.
Baca Juga :
MUI: Hilal Minus, Awal Puasa Ramadan Berpotensi 19 Februari“Sebanyak 16 kapal nelayan sudah kami berikan kepada masyarakat. Harapannya, ini menjadi sarana bagi mereka untuk tetap bekerja dan meningkatkan pendapatan. Kita berharap hasil tangkapannya akan bisa bertambah banyak sehingga dapat menghidupi keluarga,” jelas Iftitah.
Selain bantuan fisik, Kementrans bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut menggelar pelatihan capacity building. Para nelayan dibekali teknik penangkapan ikan modern hingga metode pengolahan hasil laut agar memiliki nilai jual lebih tinggi, demi mewujudkan kemandirian ekonomi di kawasan transmigrasi Barelang.



