Awal Ramadhan Kamis 19 Februari 2026, Kemenag: Posisi Hilal Tak Penuhi Kriteria MABIMS

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) pada Selasa 17 Februari 2026. Hal itu berdasarkan perhitungan astronomi.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya di Jakarta, mengatakan,  posisi hilal di wilayah Indonesia saat rukyat berada pada kisaran minus 2 derajat 24 menit 43 detik hingga minus 0 derajat 55 menit 41 detik, dengan elongasi antara 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

Baca Juga :
Kapan Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan agar Sah? Ini Penjelasan Para Ulama
Sebut Hilal Seluruh Indonesia Berada di Bawah Ufuk, Tim Hisab Situbondo Perkirakan Awal Puasa Ramadhan Kamis Lusa

"Sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing tanggal 19 Februari 2026," kata Cecep menjelaskan, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

Dijelaskan, kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat. Dengan posisi tersebut, hilal secara teoritis dinyatakan mustahil untuk dirukyat karena masih berada di bawah ufuk ketika Matahari terbenam.

Pemerintah Indonesia selama ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah. Hisab berfungsi sebagai informasi awal, sementara rukyat menjadi konfirmasi dalam sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, serta instansi terkait.

Sidang Isbat  digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa, untuk menetapkan secara resmi awal Ramadhan. Saat ini Kemenag masih menunggu laporan rukyatul hilal dari 96 titik pemantauan di Indonesia.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Hadir, para pakar astronomi dan ahli falak. Sidang Isbat dilaksanakan secara tertutup pada pukul 18.30 WIB, sedangkan hasilnya diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB.

Giat hari ini dihadiri perwakilan duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ahli dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu hadir pula akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), perwakilan planetarium, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren. (Ant)

Baca Juga :
Posisi Hilal Masih Bawah Ufuk di Lombok NTB, Ini Penjelasan BMKG
Ponpes Al Falah Ploso Tetapkan Awal Ramadhan 19 Februari 2026
Niat dan Tata Cara Mandi Puasa Ramadan 1447 H

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Region 6/Jakarta 1 Gelar Workshop Customer Experience 2026, Perkuat Peran Frontliner
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Polri sebagai “Miniatur” Masyarakat
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menlu Sugiono Bertemu Utusan Palestina untuk PBB, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Penembakan Saat Laga Hoki di Rhode Island, AS: 3 Orang Tewas
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.