Bisnis.com, JAKARTA – Gilarsi Wahju Setijono kini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, BUMN baru yang dibentuk oleh Danantara pada 25 November 2025 dan bertugas untuk mengelola pertambangan.
Perminas adalah BUMN yang memiliki mandat untuk mendukung tujuan strategis nasional terkait pengembangan, pengelolaan, dan industrialisasi hilir mineral strategis, termasuk logam tanah jarang dan mineral kritis lainnya.
Pada perkembangan terkini, Perminas bersama Danantara menjalin kolaborasi dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) untuk mengembangkan ekosistem logam tanah jarang, Senin (16/2/2026). Pada momen tersebut, kepastian posisi Gilarsi sebagai Presdir Perminas terkonfirmasi.
Profil Gilarsi Wahju Setijono
Adapun, Gilarsi saat ini juga masih menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT VKTR Teknologi Mobilitas, entitas kendaraan listrik yang berada di bawah naungan Grup Bakrie. Sebelumnya, dia ditahui sebagai mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero).
Lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memiliki pengalaman panjang di perusahaan swasta nasional, multinasional, hingga badan usaha milik negara.
Baca Juga
- Danantara dan Perminas Garap Ekosistem Logam Tanah Jarang Indonesia-Gabon
- BIM Usulkan Perminas Garap Tambang Logam Tanah Jarang di Mamuju
- United Tractors (UNTR) Buka Suara soal Pengalihan Agincourt Resources ke Perminas
Menilik rekam jejaknya, karier Gilarsi Setijono di Grup Bakrie bermula pada 1991–1994 sebagai Senior Business Development Manager di Bakrie & Brothers.
Setelah itu, dia sempat menjabat Manajer Pabrik di PT Keramik Diamond Industries pada 1995–1997. Kemudian, kariernya berlanjut di Philips Lighting sejak 1997 sebagai GM & Operations Manager.
Selanjutnya, dia dipromosikan menjadi Business Restructuring Director Philips Lighting ASEAN & Pacific pada 2002, serta Director ASEAN & Pacific pada 2004 hingga 2006.
Pada 2006–2008, Gilarsi dipercaya menjadi Managing Director di Merrill Lynch, divisi investasi dan manajemen kekayaan Bank of America. Dia kemudian menjabat CEO Shafira Corporation pada 2008–2012, dan melanjutkan peran sebagai Komisaris hingga 2015.
Secara paralel, dia juga memimpin PT Adyawinsa Stamping Industries sebagai CEO pada 2012–2015, salah satu produsen komponen otomotif domestik.
Pada November 2015, Gilarsi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Di bawah kepemimpinannya, perseroan menjalankan agenda transformasi bisnis, mencakup penguatan layanan logistik, surat, dan transaksi keuangan. Dia mengakhiri masa jabatan tersebut pada 2020.
Sejak 2021, Gilarsi tercatat sebagai Komisaris Independen PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX). Dia kemudian kembali ke Grup Bakrie dan memimpin VKTR sebagai CEO sejak Januari 2022 hingga saat ini.





