Hilal Tak Terlihat dari Masjid KH Hasyim Asy’ari, PWNU DKI Tunggu Sidang Isbat

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Hasil pemantauan dari Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, menunjukkan hilal belum terlihat untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, Selasa (17/2) sore.

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta, Abdul Kholik, mengatakan upaya rukyatul hilal telah dilakukan, namun kondisi alam serta data hisab menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

“Kami dari Lembaga Falakiyah telah melaksanakan upaya untuk melaksanakan rukyatul hilal, untuk penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Upaya telah kami laksanakan, namun karena kondisi alam dan juga memang data hisab yang masih ada di bawah ufuk, maka ternyata hilal tidak nampak atau tidak terlihat,” jelasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif. Ia menegaskan tim falakiyah tidak melihat hilal setelah melakukan pengamatan secara menyeluruh.

“Setelah melakukan pemantauan, peneropongan, tentu dengan pengamatan yang saksama, akhirnya kami, tim dari Lembaga Falakiyah tidak melihat hilal. Sekali lagi, kami tim dari Lembaga Falakiyah tidak melihat hilal,” kata dia.

Samsul menjelaskan, hasil rukyatul hilal tersebut akan disampaikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai ikhbar (kabar). Adapun penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Oleh karena itu, nanti hasil ini akan kami sampaikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan PBNU akan memberikan ikhbar. Adapun ketetapannya kita menunggu dari Kementerian Agama, Insyaallah malam ini akan dilaksanakan sidang isbat,” kata dia.

Ia menegaskan, lembaga keagamaan hanya memberikan ikhbar, sementara keputusan isbat sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.

“Jadi lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan hanya sebatas memberikan ikhbar. Adapun isbat adalah bagian daripada pemerintah,” jelas Samsul.

Lebih lanjut, Samsul mengimbau masyarakat, khususnya di Jakarta, untuk menunggu pengumuman resmi Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait awal Ramadan.

“Oleh karena itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama di Jakarta, agar menentukan 1 Ramadan menunggu pengumuman Menteri Agama. Yang Insyaallah sebentar lagi akan melaksanakan sidang isbat,” jelas Samsul.

“Jika itu tidak bisa dilihat, maka Insyaallah kita akan menyempurnakan, ya, hitungan ini menjadi 30 hari dan puasa akan jatuh pada hari Kamis jika tidak bisa terlihat,” lanjutnya.

Sementara itu, putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus tokoh NU Yenny Wahid menilai upaya rukyatul hilal yang dilakukan PWNU DKI Jakarta telah dilakukan secara maksimal, baik secara kasat mata maupun menggunakan teleskop.

Ia menyimpulkan bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, sembari tetap menunggu kemungkinan adanya laporan penampakan hilal di wilayah lain di Indonesia.

“Karena itulah disimpulkan bahwa memang digenapkan menjadi 30 hari bulan Sya’ban ini. Saya sendiri sebagai warga NU tentu akan berpegang pada rukyatul hilal ini ya, sampai ada yang mengatakan ada penampakan bulan baru di wilayah NKRI. Nah itu yang mungkin akan jadi pegangan bagi kami,” jelasnya.

Yenny Wahid juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati perbedaan metode penentuan awal Ramadan.

“Dan kita hargai semua upaya-upaya yang dilakukan oleh semua pihak. Juga kita menghargai saudara-saudara kita yang mungkin sudah memulai puasa Ramadan esok hari,” tutur Yenny.

“Karena mungkin dengan metode penghitungan, pengamatan yang berbeda, metode yang dimiliki, kita tetap menghargai perbedaan itu,” lanjutnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan niat yang baik.

“Dan tentunya bagi kami yang paling penting adalah justru kita menata niat kita untuk memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih, dengan keikhlasan, dan kekuatan untuk saling mendukung satu sama lain sesama warga masyarakat, sesama bangsa Indonesia,” pungkas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada! BMKG Prediksi Hujan Guyur Sumatra Utara Besok Rabu 18 Februari 2026
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kebakaran Mal Ciputra Cibubur, Damkar Gerak Cepat Padamkan Api
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Viral! Rumah Jokowi Diubah Jadi Tembok Ratapan Solo di Google Maps
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jordi Amat nyaman bermain di posisi baru bersama Persija
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Kalahkan Bank Himbara Lain, BTN Pimpin Penyaluran KPR Sejahtera FLPP di Awal 2026
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.