Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), mengatakan ratusan warga Kelurahan Babakan Kota Tangerang menjalani tradisi keramas bareng di Sungai Cisadane menjelang bulan puasa sebagai warisan budaya yang dijalankan rutin setiap tahun.
Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang Supendi di Tangerang, Selasa, mengatakan keramas bareng merupakan tradisi yang telah dijalani secara turun-temurun.
Kegiatan ini dimaknai warga sebagai momentum untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan juga mempererat silaturahmi antar-warga.
Baca juga: Pemerintah tetapkan awal Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis 19 Februari
"Mereka kumpul bersama. Usai keramas bareng, mereka saling maaf-maafan dan mendoakan agar ibadah Ramadhan yang dijalani nanti berjalan lancar," katanya.
Supendi menambahkan keramas bareng merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat, meski telah melewati berbagai generasi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan mandi bersama, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial.
“Ini adalah tradisi masyarakat Babakan yang sudah dilakukan puluhan tahun di bantaran Sungai Cisadane. Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Baca juga: Umat Islam Malaysia mulai puasa Ramadhan 19 Februari
Sekretaris Camat Tangerang Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan tradisi ini rutin digelar setiap tahun oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Keramas bareng ini dilakukan untuk menyambut Ramadhan dengan keadaan bersih lahir dan batin. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.
Baca juga: Penyintas banjir bandang di Agam suka cita sambut Ramadhan di huntara
Kepala Bidang Budaya Disbudpar Kota Tangerang Supendi di Tangerang, Selasa, mengatakan keramas bareng merupakan tradisi yang telah dijalani secara turun-temurun.
Kegiatan ini dimaknai warga sebagai momentum untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah puasa dan juga mempererat silaturahmi antar-warga.
Baca juga: Pemerintah tetapkan awal Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis 19 Februari
"Mereka kumpul bersama. Usai keramas bareng, mereka saling maaf-maafan dan mendoakan agar ibadah Ramadhan yang dijalani nanti berjalan lancar," katanya.
Supendi menambahkan keramas bareng merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat, meski telah melewati berbagai generasi. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar kegiatan mandi bersama, melainkan sarat nilai spiritual dan sosial.
“Ini adalah tradisi masyarakat Babakan yang sudah dilakukan puluhan tahun di bantaran Sungai Cisadane. Nilainya bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadhan,” ujarnya.
Baca juga: Umat Islam Malaysia mulai puasa Ramadhan 19 Februari
Sekretaris Camat Tangerang Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan tradisi ini rutin digelar setiap tahun oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Keramas bareng ini dilakukan untuk menyambut Ramadhan dengan keadaan bersih lahir dan batin. Ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin rajin beribadah, berpuasa dan memperbanyak kegiatan keagamaan,” katanya.
Baca juga: Penyintas banjir bandang di Agam suka cita sambut Ramadhan di huntara





