Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Tumpukan sampah anorganik yang tidak terkelola dengan baik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyebabkan hilangnya potensi ekonomi.
Menyikapi hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan solusi inovatif melalui Program BNI Agen46 Bank Sampah. Dalam inisiatif ini, BNI mengintegrasikan konsep ekonomi sirkular dengan layanan keuangan digital.
Masyarakat diajak untuk memilah dan menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, logam, hingga minyak jelantah. Sampah-sampah tersebut kemudian ditimbang dan dikonversi menjadi saldo tabungan di rekening BNI milik nasabah secara real-time lewat sistem BNI Agen46 dengan mesin Electronic Data Capture (EDC).
Program yang telah berjalan sejak 2017 ini tidak hanya untuk mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa program ini memberikan solusi konkret atas permasalahan lingkungan sekaligus membuka akses layanan perbankan formal bagi masyarakat.
"Sampah yang menumpuk dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Melalui Program BNI Agen46 Bank Sampah, kami menghadirkan solusi agar masyarakat bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi," ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Dari perspektif lingkungan, inisiatif ini secara langsung mengurangi volume sampah anorganik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari sisi ekonomi, program ini menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menekankan pada pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya.
Baca Juga: BNI Siagakan Layanan Terbatas Saat Imlek, Prioritaskan Transaksi Energi
Proses konversi sampah menjadi tabungan yang dilakukan secara real-time melalui sistem digital juga mengenalkan masyarakat pada teknologi perbankan modern. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan literasi digital dan keuangan masyarakat, yang merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
BNI menegaskan bahwa penguatan program ini sejalan dengan semangat Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari.





