TAPANULI TENGAH, KOMPAS.TV - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu mengatakan, kondisi psikologis masyarakat di daerah yang dipimpinnya itu kurang baik, imbas bencana berulang yang melanda.
"Sekarang kondisi psikologi masyarakat juga kondisinya sudah sangat jenuh sebenarnya. Kita juga kasihan melihat kondisi masyarakat karena mereka berhadapan dalam situasi alam yang selalu menjadi ancaman," katanya di Tapteng, Selasa (17/2/2026), dipantau dari program Kompas Petang KompasTV.
Masinton menjelaskan, daerah yang dipimpinnya itu sudah dilanda banjir ketiga kalinya sejak akhir November 2025 lalu.
"Sejak tanggal 25 November 2025 lalu, banjir bandang dan longsor yang pertama. Kemudian tanggal 11 Februari (2026) kemarin ada banjir susulan dan kemudian selang 5 hari kemudian tanggal 16 kemarin persisnya 16 Februari (2026) itu kemudian terjadi banjir dan longsoran. Nah, banjir ini juga diikuti dengan adanya gelondongan kayu," tuturnya.
Baca Juga: Terisolasi, Warga di Tapteng Nekat Lewati Sungai untuk Bisa ke Pengungsian | SAPA MALAM
Masinton mengatakan, gelondongan kayu yang terbawa banjir tersebut masuk ke area pemukiman warga dan jalan-jalan raya.
Beberapa akses jalan sempat tertutup sedimen tanah dan gelondongan kayu imbas bencana susulan yang terjadi.
Bencana longsor susulan juga terjadi di daerah Sitahuis yang menurut penjelasannya memang rawan longsor.
Akibat bencana susulan tersebut warga lantas dievakuasi.
"Sekarang cuaca juga masih mendung dan info dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga diinformasikan agar tetap siaga dan waspada," ujarnya.
Masinton menjelaskan, saat ini daerah yang dipimpinnya itu masih dalam status transisi darurat ke pemulihan. Di saat yang sama, warga masih dibayangi potensi bencana susulan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- banjir
- longsor
- bencana
- bencana susulan
- tapteng
- tapanuli tengah




