Perayaan Imlek di Vihara Gayatri Depok, Tahun Kuda Api Dimaknai Simbol Semangat dan Kelincahan

eranasional.com
15 jam lalu
Cover Berita

Depok, ERANASIONAL – Warga keturunan Tionghoa silih berganti memasuki ruang altar memanjatkan doa pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026, di Vihara Gayatri, kawasan Cilangkap, Tapos, Kota Depok, Selasa (17/2/2026).

Aroma wangi asap dupa semakin begitu terasa, saat memasuki area depan Vihara. Tak hanya itu, cahaya lilin-lilin besar mengelilingi altar yang berada persis di ruang depan vihara juga seakan menjadi petunjuk pertama, bagi warga tionghoa yang hendak beribadah di Vihara yang berdiri sejak 1980 tersebut.

Dari sisi kiri Vihara, warga yang datang ke tempat itu diajak untuk menuju area yang terdapat tujuh sumur dengan melintas beberapa altar yang dipercayai sebagai tempat rangkaian prosesi memanjatkan doa.

Pengurus Vihara Gayatri, Parman menyebut dalam perayaan imlek tahun ini, sejak kemarin tercatat sudah ada sekitar ribuan warga keturunan tionghoa yang melaksanakan ibadah ke Vihara Gayatri.

“Lumayanlah banyak juga yang datang, mungkin kalau dari semalam bisa ada seribuan orang. Ada yang dari masyarakat sekitar, maupun luar Jabodetabek, istilahnya semua umat beragama kalau momen seperti ini pasti banyak yang datang untuk beribadah dan sembahyang,” ujar Parman saat ditemui awak media, di Vihara Gayatri, Tapos, Kota Depok, Selasa (17/2/2026).

Dia menjelaskan meski tak ada acara khusus pada perayaan imlek tahun ini di Vihara Gayatri, namun dirinya tetap menyambutnya dengan rasa syukur. Perayaan imlek, menurutnya, yang terpenting dimaknainya sebagai wujud syukur bisa berdampingan bersama makhluk hidup lain dan Maha Kuasa.

Mengenai tahun baru Imlek 2026, sebagai Tahun Kuda Api. Parman menilai bahwa simbol tersebut dimaknainya tentang semangat dan kelincahan layaknya hewan yang memiliki kemampuan gesit cepat berlari.

“Harus bisa bersemangat lagi sepeti kuda, api itu ya kobarannya, semangatnya, dan usaha. Kalau sekarang, berlambat-lambat atau berleha-leha mungkin akan tertinggal. Karena kuda itu kan identik dengan kecepatan,” katanya.

Pada bagian area belakang Vihara terdapat mata air tujuh sumur. Parman menjelaskan bahwa sumur-sumur tersebut merupakan area sakral yang memiliki makna dan filosofi tersendiri. Sumur tersebut juga berasal dari sumber mata air asli yang dipercaya tak akan mengalami kekeringan meski musim kemarau tiba.

“Sejak zaman dahulu di sini memang sudah ada mata air sumur itu. Paling tertua ada sumur yang nomor satu, yang dimaknai untuk memanjatkan doa lahir batin, penerangan lahir batin, dan sumur lainnya masing-masing punya makna tersendiri,” jelasnya.

Dengan tibanya perayaan Tahun Baru Imlek. Dirinya berharap dapat menjadikan momentum ini sebagai waktu untuk memperbaiki diri agar bisa lebih baik di masa mendatang.

“Tentunya kami berharap, yaitu ingin lebih baik ke depannya. Lebih baik lagi untuk bangsa, perekonomiannya juga lebih maju lagi, biar kita juga mendapatkan keberkahan semua,” pungkasnya. (**).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biar Kuat Puasa Ramadhan, Ini Minuman Pengurang Haus ala dr Zaidul Akbar
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Wali Kota Surabaya Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW Tak Cair Kalau untuk Kegiatan Seremonial
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Seporsi MBG dan Senyum yang Lebih Tenang di Wajah Anak-Anak Difabel Sumba
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Ini Episode Terakhir Cinta Sepenuh Jiwa, Sinetron Perdana Cut Syifa Selepas dari SCTV
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Dorong Inklusi Keuangan Berbasis Komunitas
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.