Imlek 2026 di tanah air dirayakan dengan sejumlah kegiatan yang mencerminkan dimensi religius, sosial dan kebudayaan di berbagai wilayah.
Di Jakarta, Vihara Dharma Bhakti dipadati jemaat dan pengunjung. Sementara di Vihara Maitreya Deli Serdang, jemaat menjelaskan refleksi dan makna mereka di Tahun Kuda Api ini.
Tak hanya kemeriahan imlek, Kementerian Imipas juga memberi remisi terhadap sejumlah narapidana di hari Imlek ini. Berikut rangkumannya.
Khidmat Imlek di Vihara Dharma Bhakti Petak 9, JakartaPerayaan Imlek di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, dipenuhi oleh umat Khonghucu yang melakukan rangkaian peribadatan di berbagai area vihara. Umat tampak sibuk dengan ritual tradisional seperti doa, sujud, hingga melemparkan kertas ke api perapian sebagai bagian dari perayaan.
"Ibadah ramai, padat di atas," ungkap Charles kepada kumparan.
Suasana kekhidmatan tidak hanya dirasakan di area tinggi, tetapi juga di area bawah vihara, di mana para pengunjung melakukan ritual menggunakan dupa dan kertas sebagai bentuk penghormatan pada tradisi Imlek.
"Di sini suasananya cukup bagus sih, welcome banget. Tadi beberapa aku lihat ada orang-orang yang baru ke sini juga diajarin gitu meskipun dari beda agama," ungkap Pita, seorang pengunjung yang baru menganut keyakinan Khonghucu.
Sisi Lain Imlek: Warga Menanti Rezeki di Depan ViharaSelain peribadatan, warga juga terlihat menunggu peluang mendapatkan rezeki di depan Vihara Dharma Bhakti sejak pagi bahkan hingga malam sebelumnya. Tradisi duduk ngemper ini menjadi magnet tersendiri di hari Imlek.
"Kalau saya (dari pukul) setengah 7," ujar Dendi yang sejak pagi duduk menanti rezeki dari para pengunjung vihara.
Dendi dan warga lain menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menunggu, tetapi juga berdasarkan informasi tradisi rezeki yang berasal dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
"Katanya sih dapetnya gede. Dari TikTok. Katanya ada yang dapet sejuta," ungkap Rizki, seorang warga yang turut menanti sejak pagi di depan vihara.
Perayaan Imlek di Vihara Maitreya, Deli SerdangDi Kabupaten Deli Serdang, perayaan Imlek di Vihara Maitreya dimeriahkan hiasan lampion dan kunjungan jemaat Buddha untuk beribadah serta mengambil foto bersama keluarga. Para jemaat juga menuliskan harapan masing-masing di tempat yang disediakan.
Dicky Paskarianto, sebagai panitia Imlek di Vihara tersebut mengatakan bahwa tema dalam perayaan Imlek di tahun ini adalah bakti orang tua dan doa untuk perdamaian dunia.
"Jadi ada beberapa tema di sini, tema pertama itu adalah bakti ya. Berbakti terhadap orang tua, kemudian tema yang kedua adalah doa untuk perdamaian dunia. Jadi kita mengajak umat Buddha untuk datang berdoa menulis harapannya sendiri dan juga harapan dunia seperti itu," ucap Dicky saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berlangsung sejak tanggal 17 Februari hingga 3 Maret 2026 dan meskipun tahun ini lebih sepi dibandingkan sebelumnya, suasana tetap dirasakan hangat oleh pengunjung.
"Tahun kuda api ini disuruhnya kita bekerja lebih kencang gitu. Larinya cepat, kan kuda larinya cepat. Kalau api, kita harus semangat gitu, tapi harus jaga emosi. Karena api, kita agak membara gitu, jadi harus jaga kesabaran kita dan jangan mudah emosi," kata Juniwati, salah seorang jemaat Buddha di vihara tersebut.
Pemprov Gelar Transisi Imlek Menuju Ramadan di JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan acara bertajuk Double Blessing: Chinese New Year and Ramadan Kareem di Bundaran HI untuk merayakan Imlek sekaligus menyambut Ramadan. Acara menampilkan berbagai atraksi budaya Tionghoa dan tradisi Nusantara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, merasa ada suatu berkah tersendiri bagaimana Imlek dan Ramadan bisa berjalan nyaris bersamaan.
"Jadi ini semua sudah diatur, kalau saya merasakan ini sudah diatur, tidak hanya kebetulan. Dua blessing ini hadir pada waktu yang bersamaan dan menjadi transisi. Mudah-mudahan besok Ramadan bisa kita mulai," kata Rano di lokasi.
Rano juga menyampaikan harapan pembangunan kegiatan serupa di masa depan yang lebih meriah, termasuk pertunjukan barongsai, tari tradisional Aceh, Sumatera Barat, dan Betawi.
"Tahun depan harus lebih hebat dari ini karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun. Barangkali kegiatan ini kita akan bikin seperti Car Free Night, supaya Jakarta kosong, semuanya merayakan untuk menghadapi pesta yang jauh lebih besar," kata Rano Karno.
Remisi Imlek untuk 44 NarapidanaDirektorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan remisi khusus dan pengurangan masa pidana bagi 44 warga binaan beragama Konghucu dalam rangka Hari Imlek 2026. Kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan atas perubahan perilaku baik selama pembinaan.
"Negara memberikan penghormatan kepada Saudara-Saudara yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pembinaan, salah satunya melalui pemberian Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana Khusus pada perayaan Imlek kali ini," kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam keterangannya, Selasa (17/2).
Dari 44 warga binaan, 43 orang mendapatkan remisi antara 15 hari hingga 1,5 bulan, sementara seorang anak binaan menerima pengurangan pidana 15 hari.
“Remisi dan PMP tidak hanya pengurangan hukuman, melainkan instrumen pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dirjen PAS Mashudi.





