jpnn.com, JAKARTA - Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta memunculkan polemik.
Sebab, baru pertama kalinya sidang tersebut dilakukan di hotel setelah sebelumnya selalu dilakukan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta.
BACA JUGA: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan pemindahan lokasi Sidang Isbat di hotel karena adanya pengerjaan jalan di Jalan MH Thamrin.
“Saya mohon maaf ya. Karena, pembangunan jalan raya di depan Jalan Thamrin itu sedang dikerjakan oleh petugas," ujar Nasaruddin Umar dikutip Rabu (18/2).
BACA JUGA: Surat Edaran: PNS dan PPPK Berbusana Muslim Selama Ramadan
Nasaruddin mengatakan saat Sidang Isbat Jalan MH Thamrin atau di depan kantor Kemenag selalu menjadi tempat parkir.
“Jadi, engak ada parkir, bahkan sempit. Dikhawatirkan tidak ada tempat parkir,” kata dia.
Nasaruddin mengaku jika tidak ada kendala teknis maka Sidang Isbat yang akan datang kembali dilakukan di Kantor Kemenag, Jakarta.
“Mudah-mudahan pada tahun yang akan datang kembali seperti biasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin berharap tidak ada narasi negatif yang medeskriditkan Kemenag terkait polemik lokasi Sidang Isbat ini.
“Jadi, jangan ditanggapi pindah ke hotel dari kantor. Itu hanya karena faktor teknis,” ungkap dia.
Diketahui, Kemenag resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan penetapan dilakukan berdasarkan hasil pemaparan data astronomi dan laporan pemantauan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia sudah dapat melaksanakan Salat Tarawih pada Rabu (18/2) malam.
Penetapan pemerintah kali ini berbeda dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan lebih dahulu, yakni Rabu (18/2). Perbedaan tersebut disebabkan perbedaan metode penentuan awal Hijriah.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




