Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Dafar Isi
  • ERAA
  • IATA
  • PADI
  • RMKE
  • DEWA

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (13/2) dengan koreksi 0,64% ke level 8.212,27. Pelemahan terjadi di tengah aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell Rp2,20 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun di seluruh pasar. 

Sejumlah saham komoditas dan energi menjadi penopang pergerakan indeks, di antaranya BUMI, DEWA, dan ENRG yang mencatat kenaikan signifikan. Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan BREN. 

Dari sisi sektoral, tujuh dari 11 sektor ditutup melemah, dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, sementara sektor transportasi mencatatkan penguatan tertinggi. 


Arus keluar dana asing sepanjang pekan terakhir masih membayangi pasar, seiring pelemahan indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia.

Dari sentimen global, S&P Dow Jones Indices menegaskan akan tetap melanjutkan rebalancing kuartalan saham Indonesia pada Maret, sesuai metodologi standar yang berlaku. Lembaga penyedia indeks tersebut juga menyampaikan terus memantau perkembangan transparansi kepemilikan saham di pasar domestik. 

Sikap ini dinilai lebih suportif dibandingkan pendekatan FTSE Russell. Keputusan S&P disebut sejalan dengan respons regulator dan pemerintah terhadap masukan dari MSCI, termasuk rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15% serta upaya memperbaiki keterbukaan informasi kepemilikan saham. Dalam jangka pendek, langkah tersebut berpotensi memberikan sentimen tambahan bagi pergerakan IHSG.

Di sisi emiten, Dian Swastatika Sentosa mengumumkan rencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. 

Agenda utama rapat adalah meminta persetujuan pemegang saham atas usulan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25. Apabila disetujui, jumlah saham beredar akan meningkat dari sekitar 7,70 miliar menjadi 192,63 miliar lembar, tanpa mengubah nilai ekonomi maupun hak pemegang saham. 

Perseroan menjadwalkan perdagangan terakhir saham dengan nilai nominal lama pada 6 April, sementara perdagangan saham dengan nominal baru direncanakan mulai 7 April.

Berikut adalah rekomendasi saham hari ini dihimpun oleh InvestasKu:

ERAA

Buy 432-436 | TP 446-452 | SL 412

ERAA Transaksi di Sini!
Powered by



IATA

Buy 81-83 | TP 86-89 | SL 77

IATA Transaksi di Sini!
Powered by



PADI

Buy 124-127 | TP 132-137 | SL 118

PADI Transaksi di Sini!
Powered by



RMKE

Buy 4320-4360 | TP 4460-4660 | SL 4120

RMKE Transaksi di Sini!
Powered by



DEWA

Buy 605-615 | TP 635-670 | SL 575

 

DEWA Transaksi di Sini!
Powered by



Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.


(ayh/ayh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Wakapolri Nilai Penetapan Roy Suryo Cs Mengarah ke Kriminalisasi
• 8 jam laluokezone.com
thumb
BeauPicks: 5 Pilihan Backpack Stylish untuk Sekolah dan Kerja
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo akan Hadiri KTT BoP di AS, Kemenlu Sebut Bawa Misi Perdamaian Gaza
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Satgas Damai Cartenz Buru KKB Penikam Perempuan Penjual Pinang di Yahukimo
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Mandi Sebelum Puasa Ramadan 2026: Hukum, Niat, Waktu, dan Penjelasan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.