FAJAR, ASPMYRA—Inter Milan akan mengunjungi markas Bodo/Glimt di leg pertama babak play-off Liga Champions, dini hari nanti. Inter tak boleh lengah sebab tuan rumah bisa mengejutkan.
Tim asal Norwegia tersebut memasuki pertandingan krusial ini setelah kemenangan luar biasa melawan dua raksasa Eropa; Manchester City dan Atlético Madrid di fase liga.
Mereka menggasak Manchester City dengan skor 3-1 di kandang. Sementara Atletico Madrid mereka permalukan di Spanyol pada laga terakhir klub tersebut.
Dua kemenangan itu mestinya menjadi alasan Inter Milan untuk menunjukkan respek. Jika gegabah apalagi sampai meremehkan lawan, mereka bisa jadi korban ketiga Bodo/Glimt musim ini.
Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen juga sudah menegaskan bahwa suasana hati mereka sangat bagus menyambut Inter dan ia memastikan anak asuhnya siap meladeni raksasa Italia itu.
“Perasaan (setelah menang 2-1 melawan Atletico pada Matchday 8) sangat luar biasa, saya sangat bangga. Saya tidak akan membandingkannya dengan apa pun, tetapi kami melakukan apa yang kami lakukan. Kami harus sangat bangga akan hal itu,” kata Kjetil Knutsen di situs UEFA.
Cristian Chivu menyadari itu bukan gertakan omong kosong. Pelatih Inter Milan itu menegaskan bahwa ini memang akan menjadi pertandingan sulit bagi timnya.
“Setiap pertandingan Liga Champions memiliki tantangannya sendiri. Bodo/Glimt telah membuktikan diri, di fase pertama ini, sebagai ancaman bagi klub-klub besar, baik di kandang maupun tandang,” tegasnya.
Meski Chivu menunjukkan respek tinggi, Inter Milan jelas akan tetap menjadi favorit di Aspmyra. Apalagi, mereka sudah memiliki pengalaman di level tertinggi dan beberapa tahun terakhir mampu menujukkan performa bagus di Eropa.
Musim lalu, Inter menjadi runner-up Liga Champions. Itu menjadi final kedua Nerazzurri dalam dua dari tiga musim terakhir partisipasi mereka di kompetisi elite antarklub ini.
Penggemar dengan ingatan yang kuat mungkin masih ingat bahwa kedua tim ini pernah bertemu sebelumnya. Inter menang 5-0 di kandang dan kemudian 2-1 di Aspmyra pada babak kedua Piala Winners Eropa 1978/1979.
Namun, reputasi Bodo/Glimt telah meningkat secara signifikan sejak saat itu, dan kemenangan 3-1 melawan Manchester City di pertandingan kandang fase liga terakhir mereka merupakan langkah maju yang signifikan bagi tim yang masih dalam masa istirahat itu.
Inter Milan yang terakhir kali menghadapi klub Norwegia, Rosenborg pada tahun 2002 belum pernah kalah di negara itu. Dalam dua kunjungan terakhir, mereka menang sekali dan imbang di pertandingan lainnya.
Akan tetapi, tuan rumah punya pengalaman menghabisi klub Italia. AS Roma dan Lazio, sama-sama pernah kalah di stadion ini dalam beberapa musim terakhir.
Pelatih Bodo/Glimt, Knutsen, menurunkan susunan pemain yang sama melawan Manchester City dan Atletico Madrid. Jadi ia seharusnya tetap menggunakan strategi tersebut dini hari nanti.
Hanya gelandang berpengalaman Ulrik Saltnes yang diragukan tampil karena cedera. Dengan demikian, trio Odin Bjortuft, Patrick Berg, dan Fredrik Sjovold seharusnya menjadi starter.
Mantan pemain Milan, Jens Petter Hauge, adalah pencetak gol terbanyak Bodo dengan empat gol. Ia juga satu-satunya pemain yang menciptakan lebih dari 20 peluang dan menyelesaikan setidaknya 20 dribel selama fase liga.
Jika tidak ada masalah jelang laga, ia akan bermain bersama Kasper Hogh dan Ole Didrik Blomberg di lini depan tuan rumah. Nama pertama memainkan peran penting dalam kemenangan beruntun Glimt bulan lalu, mencetak tiga gol dalam dua pertandingan.
Sementara Inter Milan, mereka akan menyambut duo gelandang Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang baru kembali dari cedera. Keduanya kemungkinan akan menjadi starter karena mereka diskors di Serie A akhir pekan ini. Tetapi bek sayap Denzel Dumfries mungkin belum siap untuk bermain.
Lautaro Martinez yang sudah mencetak 25 gol sepanjang kariernya di kompetisi ini akan berduet dengan salah satu dari Marcus Thuram, Ange Bonny, dan Francesco Pio Esposito di lini serang Inter. Mereka akan didukung Federico Dimarco dan Luis Henrique di sektor sayap.
Prakiraan pemain
Bodo/Glimt (4-4-3): Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Brunstad Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Luis Henrique, Barella, Zieliński, Sučić, Dimarco; L. Martínez, Thuram (amr)





