Penulis: Fityan
TVRINews-Quito
Dari kejutan 2006 hingga rekor Enner Valencia, inilah perjalanan panjang sang wakil CONMEBOL.
Ekuador bersiap mencatatkan penampilan kelima mereka di panggung tertinggi sepak bola global, FIFA World Cup 2026.
Datang dengan status runner-up kualifikasi zona Amerika Selatan (CONMEBOL), skuad berjuluk La Tri ini membawa ambisi besar untuk melampaui pencapaian terbaik mereka di babak 16 besar.
Di bawah asuhan pelatih asal Argentina, Sebastian Beccacece, Ekuador bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang solid.
Pelatih Timnas Ekuador Sebastian Beccacece (Foto: FIFA)Meski sempat mengalami dinamika di kursi kepelatihan pasca-Copa America, Beccacece berhasil menjaga konsistensi tim dengan hanya menelan satu kekalahan tipis 1-0 dari Brasil dalam debutnya.
Sisanya, Ekuador tampil tak terkalahkan dalam 11 laga kualifikasi, termasuk kemenangan prestisius atas Kolombia dan juara dunia Argentina.
Kekuatan Generasi Emas
Keberhasilan Ekuador menempati posisi kedua di klasemen akhir kualifikasi, hanya terpaut sembilan poin dari Argentina, tidak lepas dari peran generasi berbakat yang kini merumput di Eropa.
Nama-nama seperti Moises Caicedo dan Willian Pacho menjadi tulang punggung yang memberikan keseimbangan antara pertahanan baja dan transisi permainan yang lebih cair.
"Beccacece telah mempertahankan soliditas pertahanan tim sambil meningkatkan kualitas pembangunan serangan (build-up play)," tulis laporan resmi FIFA mengenai perkembangan taktis La Tri.
Sepanjang kualifikasi, lini belakang mereka hanya kebobolan dua gol dalam 12 pertandingan di bawah kendali Beccacece.
Namun, efektivitas lini depan tetap menjadi catatan, di mana Enner Valencia masih menjadi tumpuan utama dengan torehan enam gol sepanjang kampanye menuju Amerika Utara.
Jejak Sejarah dan Rekor
Sejak debutnya di Korea/Jepang 2002, prestasi tertinggi Ekuador terjadi pada Jerman 2006. Kala itu, gol-gol dari Carlos Tenorio dan Agustin Delgado membawa mereka menembus fase gugur sebelum akhirnya dihentikan oleh tendangan bebas ikonik David Beckham dari Inggris.
Kini, Enner Valencia memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Ekuador di Piala Dunia dengan enam gol.
Jika ia tampil konsisten, Valencia berpeluang melampaui rekor penampilan terbanyak yang saat ini masih dipegang oleh gelandang legendaris Edison Mendez dengan delapan pertandingan.
Jadwal Pertandingan Grup
Ekuador tergabung dalam grup yang kompetitif dan akan memulai perjalanan mereka pada pertengahan Juni mendatang:
• 14 Juni : Pantai Gading vs Ekuador (Stadion Philadelphia)
• 20 Juni : Ekuador vs Curaçao (Stadion Kansas City)
• 25 Juni : Ekuador vs Jerman (Stadion New York New Jersey)
Dengan kombinasi pertahanan yang sulit ditembus dan kematangan para pemain muda di liga top dunia, Piala Dunia 2026 menjadi momentum bagi Ekuador untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan penantang serius dari zona Amerika Latin.
Editor: Redaktur TVRINews





