Pasar Baru Bekasi Padat Menjelang Ramadhan, Antrean Kendaraan Mengular hingga 1 Km

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Aktivitas jual beli di Pasar Baru Bekasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, terpantau ramai menjelang bulan Ramadhan 2026, Rabu (18/2/2026).

Meski hujan gerimis mengguyur kawasan tersebut sejak pagi, antusiasme warga untuk berbelanja kebutuhan pokok tetap tinggi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, kepadatan sudah terlihat bahkan sebelum memasuki area pasar. Di sepanjang jalan menuju Pasar Baru Bekasi, sejumlah pedagang membuka lapak di pinggir jalan sehingga mempersempit akses kendaraan.

Baca juga: Aksi Pria di Bekasi Menyamar Jadi Pemulung Gasak Motor Warga

Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular dari persimpangan Rumah Sakit Bella hingga Terminal Bekasi dengan panjang sekitar satu kilometer. Kepadatan dipicu banyaknya pengunjung yang memarkirkan sepeda motor di bahu jalan.

Aris (56), pedagang sayur di Pasar Baru Bekasi, mengatakan suasana pasar pagi itu tergolong cukup ramai, meski tidak seramai hari sebelumnya.

"Untuk pagi ini cukup ramai ya. Dan harga pun enggak terlalu naik. Cuma karena cuacanya teduh, hujan, jadi pengunjung agak berkurang dari hari kemarin," ujar Aris kepada Kompas.com, Rabu.

Menurut dia, keberadaan pasar modern dan pasar kaget di sejumlah wilayah turut memengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional.

"Ya, ada juga yang belanja ke pasar modern di perumahan atau kampung mereka. Sekarang jarang yang belanja ke pasar tradisional langsung," kata dia.

Aris menjual berbagai kebutuhan sayur mayur seperti kentang, timun, tomat, kol, dan wortel. Ia menyebut harga komoditas tersebut relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadhan.

Baca juga: Di Bawah Lampion Kelenteng Hok Lay Kiong Bekasi, Haryanto Sambut Imlek 2026

"Saya di sini jualan sayuran perkilo. Kalau kentang dijual 13 ribu per kilo, tomat 10 ribu, timun 10 ribu, kol 10 ribu, dan wortel 10 ribu," jelasnya.

Ia mengaku mulai membuka lapak sejak pukul 17.00 WIB sehari sebelumnya dan berencana tutup sekitar pukul 10.00 WIB.

Menjelang Ramadhan 2026, Aris merasakan adanya peningkatan omzet penjualan dibandingkan hari biasa.

"Dari yang biasanya mendapatkan Rp 500.000 bisa menjadi Rp 800.000. Dengan modal satu kali belanja sekitar 1,5 sampai 2 juta," ujarnya.

Ia berharap aktivitas jual beli di pasar terus meningkat agar perekonomian pedagang semakin membaik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya berharap keadaan jual beli di pasar bisa meningkat. Biar perekonomian pedagang juga membaik," ucap Aris.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menilik Dampak Aksi Ekspansi Regional Chandra Asri (TPIA) ke Singapura
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Jalur Kereta di Grobogan Sempat Terendam Banjir, Kini Sudah Bisa Dilalui | KOMPAS SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Perang Bintang Persib Vs Ratchaburi FC pada Leg Kedua 16 Besar AFC Two: Turunkan Skuad Terbaik di Duel Hidup-Mati
• 15 jam lalubola.com
thumb
Seskab: Prabowo ke AS Bagian Diplomasi Langsung Tingkatkan Rantai Ekonomi Indonesia
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar Harga Terbaru Emas di Gerai Pegadaian pada 18 Februari 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.