Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyebut masih ada sejumlah daerah yang memerlukan perhatian khusus setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah Sumatera.
Hal itu disampaikan Tito dalam rapat Satgas Pascabencana antara DPR dan pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).
Sumbar: 13 Kabupaten/Kota Sudah NormalTito menjelaskan, di Provinsi Sumatera Barat terdapat 19 kabupaten/kota, dengan 16 di antaranya terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 13 kabupaten/kota dinyatakan sudah normal.
“Untuk provinsi sumbar ada 19 kabupaten/kota, yang terdampak ada 16 kami bisa nyatakan normal, tegas itu adalah 13 kabupaten/kota. Atau lebih kurang 81% yang mendekati normal tinggal 1,” ujar Tito.
Dua daerah di Sumbar yang masih memerlukan atensi adalah Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Menurut Tito, sejumlah fasilitas pendidikan, jalan kabupaten/kota, serta jembatan di wilayah tersebut belum sepenuhnya berfungsi optimal.
“Jalan nasional semua sudah hijau, artinya bisa dilalui, kemudian jalan provinsi juga sudah bagus bisa dilalui. Tapi ada jalan di kabupaten kota khususnya di Padang Pariaman dan beberapa jembatan titiknya pun kami punya datanya di Padang Pariaman dan Agam yang masih perlu atensi,” jelasnya.
Daerah Masih Perlu Atensi di Sumut dan AcehUntuk Sumatera Utara, Tito menyebut 2 daerah masih membutuhkan perhatian yakni Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Sementara di Aceh, terdapat 7 daerah perlu atensi karena sejumlah indikator seperti perekonomian, akses jalan, dan roda pemerintahan belum berjalan optimal.
Pengungsi Turun Jadi 12.944 OrangEks Kapolri ini memaparkan perkembangan jumlah pengungsi. Dari sebelumnya lebih dari dua juta orang, kini tersisa sekitar 12.944 orang yang masih berada di tenda pengungsian di Aceh dan Sumatera Utara.
“Tadinya 2 juta lebih sekarang menjadi lebih kurang 12.944 orang yang ada di tenda,” jelasnya.
Di Sumatera Barat, pengungsi sudah nihil. Sebelumnya tercatat 16.164 orang mengungsi.
“Dari data yang di Sumbar saat ini sudah nol, dari sebelumnya 16.164 ada yang sudah pulang kembali, mendapat stimulan bantuan untuk rusak rumah ringan atau sedang sedangkan yang berat atau yang hilang tinggal di huntara atau mendapat dana tunggu hunian,” lanjut Tito.
Ia menambahkan, jumlah pengungsi terbanyak masih berada di Aceh dengan total 12.144 orang, terutama di Aceh Utara sebanyak 5.197 orang. Selain itu, pengungsi juga tersebar di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya.
Korban Meninggal dan HilangTito menuturkan, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh mencapai 1.205 orang. Sementara korban yang masih hilang sebanyak 139 orang.
"Sumbar yang meninggal adalah 267 orang dan yang hilang adalah 70 orang, kemudian Sumut yang wafat 376 yang hilang 40. Kemudian di Aceh, yang wafat 562 orang, yang hilang 29 orang," kata Tito.
Rapat koordinasi ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Ia didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal dan Saan Mustopa.
Dari unsur pemerintah, hadir Mendagri Tito Karnavian yang juga merupakan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, Dankorbrimob Komjen Ramdani Hidayat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.





