BNN: Vape Bukan Solusi Berhenti Rokok, Justru Jadi Media Baru Narkoba

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario menyebut, rokok elektrik atau vape tak bisa membantu seseorang berhenti dari ketergantungan rokok.

Alih-alih berhenti merokok, pengguna vape justru bisa ketergantungan zat adiktif lain yang lebih berbahaya.

"Saya tegaskan di sini bahwa narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok adalah ilusi yang belum terbukti efektif secara ilmiah. Alih-alih sebaliknya, produk ini justru mendapat pintu masuk baru bagi ketergantungan zat adiktif baru lainnya yang lebih berbahaya," kaya Suyudi di BNN Cawang, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Suyudi pun menyinggung penggunaan vape sebagai media baru untuk mengonsumsi narkoba. Menurutnya, hal ini tergolong sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Baca juga: Bareskrim Gagalkan Transaksi Vape Etomidate di Parkiran Mal Jaksel

"Ini yang jadi masalah. Jadi kesannya orang lagi pakai vape, ya kan, kesannya lagi ngerokok, rokok elektrik tapi isinya ternyata sabu cair. Isinya Etomidate. Isinya kimiawi-kimiawi jenis narkotika," jelasnya.

"Sekarang sedang berkembang narkotika tidak hanya konvensional saja istilahnya ya, kita kenal sabu, kokain, tapi sekarang sudah bergeser ke, ini masanya ke kimia-kimiawi, liquid-liquid," ungkap Suyudi.

Ia menambahkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan WHO, terjadi lonjakan prevalensi pengguna rokok elektrik di Indonesia hingga sepuluh kali lipat. Pada 2011, prevalensinya hanya 0,3 persen, sedangkan pada 2021 meningkat menjadi 3 persen.

"Berdasarkan hasil survei komprehensif BNN, BRIN, dan BPS, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahguna narkotika tahun 2025 tercatat mencapai 2,11% dari jumlah penduduk Indonesia hampir 270 juta, berarti ada di angka sekitar 4,11 juta masyarakat kita terpapar narkotika," kata Suyudi.

Suyudi mengungkap, BNN pernah menguji 341 sampel cairan vape dan puluhan sampel di antaranya mengandung narkotika.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI telah melakukan pengujian ya beberapa waktu ini 341 sampel cairan vape. Nah, hasilnya sungguh mengejutkan dan harus menjadi alarm bagi kita semua. Karena telah ditemukan 11 sampel mengandung sintetik kanabinoid, 1 sampel mengandung metamfetamin atau sabu, serta 23 sampel mengandung zat Etomidate," katanya.

Ia menambahkan, etomidate termasuk narkotika golongan II berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas susun Rancangan Perpres tentang Penyelamatan Pangan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Asli Lulusan Kehutanan UGM, Bandingkan dengan Ijazah Jokowi
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Belajar dari Mana Tersangka Pembuat SIM Palsu untuk Sopir Cahaya Trans?
• 4 jam laludetik.com
thumb
Philips Evnia x Sega Rilis Monitor QD-OLED 27M2N6501L untuk Yakuza Kiwami 3
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Waspada! Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa hingga 21 Februari
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.