JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, berpendapat peningkatan harga bahan pokok saat Ramadan dan menjelang Idulfitri disebabkan tingginya permintaan konsumen terhadap barang.
Ia menyampaikan pendapatnya tersebut dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rbau (18/2/2026), yang membahas mengenai kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan.
“Ya, hukumnya tentu supply demand ya. Jika memang supply-nya banyak, demand-nya tetap harga akan lebih stabil,” kata dia.
"Tetapi, kalau demand-nya meningkat, kemudian supply-nya tersendat, ini akan menyebabkan implikasi terhadap harga."
Adapun suplai, kata dia, juga sangat bergantung ke beberapa aspek. Misalnya, aspek produksi apakah betul-betul sudah aman dan mencukupi.
Baca Juga: Ragam Penetapan 1 Ramadan di Sejumlah Negara, Arab Saudi dan Palestina Puasa Mulai 18 Februari
"Ini beberapa hal yang tentu kami dapat informasi dari Kementerian Perdagangan, utamanya minggu lalu telah rapat dengan Kementerian Perdagangan, bahwa seluruh komoditas strategis dan bahan pokok ini cukup," ujarnya.
"Nah kalau cukup, pertanyaan selanjutnya distribusinya lancar atau tidak? Nah ini kan juga menjadi pertanyaan. Bahkan iklim juga sangat mempengaruhi."
Herman menambahkan, banyak aspek yang berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan pangan. Namun, lanjut dia, pihaknya mencermati adanya pola konsumsi masyarakat yang berbeda saat bulan Ramadan.
“Namun tentu kami mencermati, memang setiap momentum hari-hari besar tertentu, utamanya menjelang Idulfitri, menjelang Ramadan, bahkan kalau kita analisis, Ramadan ini kan pola konsumsinya berbeda,” ucapnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kenaikan harga saat ramadan
- ramadan 2026
- herman khaeron
- ramadan
- kenaikan harga bahan pokok





