Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memprediksi harga pangan di ibu kota mulai turun menjelang pekan ke-3 Ramadhan.
"Harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai naik awal-awal Ramadhan. Biasa seperti itu. Tetapi nanti, menjelang minggu ketiga, harga mulai turun," kata Rano di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menggelar operasi pasar untuk memastikan warga mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka. Namun, dia belum dapat merinci jadwal dan lokasi operasi pasar tersebut.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta saat melakukan monitoring lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Minggu pada Senin (16/2), menemukan pangan yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu cabai rawit merah.
Kenaikan harga pangan itu dipengaruhi curah hujan yang berlangsung di daerah produsen sehingga mengakibatkan penurunan produksi dan pasokan. Selain itu, juga karena petani meliburkan diri menyambut Ramadhan.
Kendati demikian, diperkirakan harga cabai rawit merah akan turun setelah masa libur berakhir dan curah hujan berkurang.
Cabai rawit merah per 13 Februari 2026 berada pada harga Rp95.966 per kg (naik Rp2.587).
Sementara itu, komoditas lainnya, seperti cabai merah Rp51.600 per kg (naik Rp1.064), daging sapi Rp141.538 per kg (naik Rp856), dan telur Rp31.310 per kg (naik Rp116).
Di sisi lain, Perumda Pasar Jaya berencana menggelar sebanyak 500 kali pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dalam rangka menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Baca juga: Polrestro Jakut pantau harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan
Baca juga: Sejumlah kebutuhan pokok di Jakarta Pusat naik jelang Ramadhan
Baca juga: Jelang Ramadhan, pedagang daging diminta terapkan standar kebersihan
"Harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai naik awal-awal Ramadhan. Biasa seperti itu. Tetapi nanti, menjelang minggu ketiga, harga mulai turun," kata Rano di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap menggelar operasi pasar untuk memastikan warga mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka. Namun, dia belum dapat merinci jadwal dan lokasi operasi pasar tersebut.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta saat melakukan monitoring lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Minggu pada Senin (16/2), menemukan pangan yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu cabai rawit merah.
Kenaikan harga pangan itu dipengaruhi curah hujan yang berlangsung di daerah produsen sehingga mengakibatkan penurunan produksi dan pasokan. Selain itu, juga karena petani meliburkan diri menyambut Ramadhan.
Kendati demikian, diperkirakan harga cabai rawit merah akan turun setelah masa libur berakhir dan curah hujan berkurang.
Cabai rawit merah per 13 Februari 2026 berada pada harga Rp95.966 per kg (naik Rp2.587).
Sementara itu, komoditas lainnya, seperti cabai merah Rp51.600 per kg (naik Rp1.064), daging sapi Rp141.538 per kg (naik Rp856), dan telur Rp31.310 per kg (naik Rp116).
Di sisi lain, Perumda Pasar Jaya berencana menggelar sebanyak 500 kali pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dalam rangka menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Baca juga: Polrestro Jakut pantau harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan
Baca juga: Sejumlah kebutuhan pokok di Jakarta Pusat naik jelang Ramadhan
Baca juga: Jelang Ramadhan, pedagang daging diminta terapkan standar kebersihan





