JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, menyampaikan tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Ia menuturkan saat ini tidak mungkin lagi melakukan percepatan kuota impor untuk menurunkan harga bahan pokok. Sebab, kedatangan barang-barang impor tersebut memerlukan waktu.
Menurut Eliza, langkah yang paling tepat dilakukan untuk menurunkan harga bahan pokok saat ini adalah dengan menggelar operasi pasar.
“Jadi, yang paling tepat saat ini adalah pertama tadi operasi pasar, yang kedua penegakan hukum di mana ketika ada spekulan-spekulan itu ditegakkan hukumnya, dan mereka diberikan efek jera,” katanya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Masjid Istiqlal Siap Sambut Ramadan dan Gelar Salat Tarawih Pertama | KOMPAS SIANG
“Dan yang ketiga pengawasan di setiap rantai pasok tadi. Jadi, memang ini harus bekerja sama antar stakeholder agar bisa menjaga harga-harga pangan, sehingga tidak terjadi harga yang begitu bergejolak,” tuturnya.
Eliza juga mengingatkan tentang rantai distribusi bahan pangan yang masih cukup panjang. Menurutnya, dengan memotong rantai distribusi, maka biaya juga dapat ditekan.
“Nah sebetulnya strategi-strategi misalnya seperti operasi pasar, percepatan kota import, segala macam. Nah itu tuh ada percepatan jangka pendek,” kata dia.
Ia mencontohkan tentang bawang putih yang menurutnya 95 persen merupakan hasil impor. Percepatan imporr, kata dia, seharusnya dilakukan dari jauh-jauh hari, misalnya pada akhir tahun lalu, bukan saat ini.
"Karena kan proses importasi kan tidak semudah kita seperti membeli di marketplace gitu kan. Karena memang ada proses pengantaran yang berbulan-bulan atau berminggu-minggu gitu. Jadi memang ini harusnya dilakukan sejak akhir tahun,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- kenaikan harga pangan
- harga pangan saat ramadan
- harga pangan
- lonjakan harga
- ramadan 2026





