Head of Public Relations YRA, dan Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana mengatakan bahwa hasil studi motor listrik Yamaha E01 di Indonesia sudah dihimpun oleh Yamaha Motor Corporation (YMC).
”Kalau E01 sebenarnya memang project dari YMC sebagai proof of concept. Semua data sudah didapatkan dan sudah diolah oleh YMC, tapi untuk detailnya saya tidak tahu karena tidak dilibatkan,” ucap Rifki di Bandung, Minggu (15/2/2026).
Diketahui, Yamaha E01 pertama kali diperkenalkan di Indonesia sebagai langkah awal studi internal Yamaha pada 2022. Namun, tak kunjung dipasarkan hingga saat ini.
Alih-alih mulai menjajakan E01 untuk konsumen Tanah Air, pabrikan berlogo garpu tala ini justru melakukan riset terhadap produk lain, yakni Yamaha Neo’s. Sebuah skutik full elektrik dengan dimensi lebih kompak.
”Sedangkan untuk Neo’s juga project dari YMC, bagaimana supaya kamo bisa approach ke market. Tapi memang support dari YIMM menyediakan kerja sama dengan third-parties, contoh ride hailing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rifki menjelaskan bahwa perusahaan masih berhati-hati. Khususnya dalam meramu strategi untuk memasarkan sepeda motor setrum mereka.
”Yamaha Indonesia sendiri masih studi, kami masih sangat hati-hati terutama untuk strategi EV (electric vehicle) bagaimana caranya untuk masuk ke Indonesia,” buka Rifki saat dijumpai di Bandung, Minggu (15/2/2026).
Rifki pun menampik jika pihaknya dinilai menunggu insentif. Belum dijualnya motor listrik Yamaha di Indonesia dikatakan murni karena masih berhati-hati, utamanya terkait segmentasi dan target konsumen.
“Nggak (menunggu insentif). Karena kalau insentif sudah keluar, bahkan sudah diberhentikan. Intinya kita masih berhati-hati,” ucap Rifki.
Mengulik sedikit spesifikasinya, Yamaha E01 mengandung baterai Lithium-ion berkapasitas 4,9 kWh dengan daya tempuh 104 kilometer. Sementara, Yamaha Neo’s dibekali dua baterai Lithium-ion 51,1 volt 23,2 Ah yang memiliki kemampuan jelajah 74 kilometer.




