BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa Hingga 21 Februari

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem sebagaimana diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Khususnya di wilayah Pulau Jawa. 

"Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026. 

Menurut dia, cuaca dengan hujan sedang hingga lebat,disertai petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
 

Baca Juga :

Peringatan Dini BMKG 18 Februari 2026: Waspada Cuaca Ekstrem dari Aceh hingga Papua

"Sebagaimana yang terjadi di wilayah kabupaten/kota di Pulau Jawa, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang telah memicu banjir, longsor pada tebing yang jenuh air, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan transportasi dan kelistrikan," jelasnya. 

Menyikapi situasi ini, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan mengoptimalkan posko siaga dan terus memantau debit sungai, waduk, serta tanggul yang rawan jebol. Selain itu, pengawasan terhadap wilayah lereng rawan longsor juga menjadi perhatian penting.

"Penyebarluasan informasi peringatan dini, simulasi evakuasi, serta kesiapan personel dan peralatan menjadi langkah krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material," ujar Abdul. 


Ilustrasi hujan. (Metrotvnews.com)


BNPB juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam kesiapsiagaan bencana dengan melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga. Kesiapsiagaan kolektif, menurut BNPB, menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan serta pemulihan pasca-bencana.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Observatorium Assalam Sukoharjo, Hilal Tak Terlihat 1 Ramadan Diprediksi 19 Februari
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Posisi Hilal di DIY Belum Penuhi Kriteria MABIMS untuk Awal Ramadan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fans Donasi Rp 1,1 Miliar Untuk Ulang Tahun Kim Soo Hyun
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
AS-Israel Berselisih soal Iran, Kenapa?
• 10 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Tiba di Washington DC, Akan Hadiri Rapat Perdana Board of Peace
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.